JICT Siapkan Investasi US$ 150 Juta

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jakarta International Container Terminal (JICT), operator terminal 1 peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta, menyiapkan dana investasi US$ 150 juta, meski turut terkena dampak krisis. Presiden Direktur JICT, Derek Pierston, mengatakan ekspansi dilakukan saat krisis karena optimistis Indonesia mampu bangkit dari krisis.

"Ini investasi jangka panjang, antisipasi peningkatan ekonomi mendatang," ujarnya saat peresmian dua unit quay cranes, alat bongkar muat kontainer dari dermaga ke kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (30/1).

Menurut Derek, dampak krisis mulai terasa sejak kuartal 4 tahun 2008. "Jumlah kontainer turun 30 persen sejak Oktober lalu," kata dia. Tahun 2008, JICT melayani 1,3 juta unit kontainer, atau sekitar 1,9 juta TEUs. Meski pendapatan berkurang, investasi tetap bisa dilakukan dengan diterapkannya tarif komponen container handling charge (CHC) baru.

"Tidak ada kesulitan pembiayaan, dana investasi didapat dari hasil kenaikan tarif CHC," ujarnya. November lalu pemerintah menaikkan tarif CHC dari US$ 70 menjadi US$ 83.

Dana investasi dikeluarkan bertahap hingga tahun 2012 dan digunakan untuk membeli perlatan baru, perluasan area penumpukan, pembangunan area parkir truk, serta penambahan pintu keluar masuk yang terhubung dengan jalan tol lingkar luar Jakarta (JORR). "Pelayanan selalu ditingkatkan walaupun kondisi sedang menurun," lanjut Direktur Pelindo II Abdullah Syaifuddin.

Menteri Perhubunan Jusman Syafii Djamal menyambut baik langkah itu. "Ini langkap proaktif. Jika krisis selesai mereka punya posisi untuk lebih bersaing lagi," ujarnya usai upacara peresmian. Langkah tersebut, lanjutnya, telah disesuaikan dengan perbaikan infrastruktur JORR yang direncanakan selesai tahun 2011.

VENNIE MELYANI