Topik


Percepatan Infrastruktur Tak Dongkrak Konsumsi Semen

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Asosiasi Semen Indonesia Urip Timuryono mengatakan, proyek percepatan infrastruktur dan stimulus dari pemerintah tidak mendorong konsumsi semen tahun ini. "Pabrik-pabrik memperkirakan konsumsi tahun ini sama dengan 2008," kata Urip saat dihubungi Tempo, Senin (2/2).

Konsumsi semen pada tahun lalu terbanyak dari apartemen, perumahan rakyat, properti, real estate. Namun, para produsen semen memperkirakan pada tahun ini konsumsi dari real estate dan properti  turun 20 sampai 30 persen. Sebab suku bunga pinjaman perbankan untuk membeli rumah naik, sehingga orang cenderung menunda membeli rumah.

Penurunan harga komoditas seperti kelapa sawit, karet dan coklat juga berpengaruh terhadap konsumsi semen. Tahun lalu, sebelum harga komoditas anjlok, frekuensi pembangunan rumah dan bangunan di luar Jawa cukup tinggi, sehingga permintaan semen pun naik. Begitu harga komoditas tersebut anjlok, maka permintaan semen pun berkurang.

Data rekapitulasi Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan semen pada 2008 tumbuh 11,5 persen atau sekitar 38 juta ton dibandingkan penjualan tahun 2007 sekitar 34,18 juta ton.
Nieke Indrietta