Topik
Infografis
Kota Malang Tak Lagi Dingin
TEMPO Interaktif, Malang:Suhu udara di Malang selama kurun waktu 12 tahun terakhir semakin panas. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) stasiun klimatologi, Karang Ploso, Malang setiap tahun suhu udara di Malang terus merambat naik. Kepala BMG Stasiun Klimatologi Karangploso Antoyo D Pratikto mengatakan selama 12 tahun terakhir suhu udara naik melonjak tajam.
Pada tahun 1997 lalu suhu udara rata-rata Kota Malang sekitar 23,4 derajat celcius. Namun, akhir tahun 2006 meningkat menjadi 24,2 derajat celcius. Sementara suhu udara tertinggi selama musim kemarau terjadi pada bulan Oktober dan Nopember tahun 2006 mencapai 33,5 derajat celcius, tahun 2007 maksimum 33 derajat celcius.
Sedangkan 2008 melonjak drastis menjadi 34,0 derajat celcius. “Data ini berasal dari rekaman pengukur temperatur udara yang ditempatkan di Universitas Brawijaya Malang,” katanya, Kamis (5/2).
Meningkatnya suhu udara di Malang, kata Antoyo, disebabkan berbagai faktor diantaranya perubahan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) di Malang. Sebab, saat ini ruang terbuka hijau yang ditumbuhi tanaman dan pepohonan berfungsi meredam panas terik matahari. Namun, saat ini banyak RTH yang telah berdiri gedung edung pusat perbelanjaan, perumahan modern dan bangunan beton lainnya.
Selain itu, juga karena semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, industri dan gas buang lain di Malang. Sehingga partikel debu dan emisi buang yang dilepas terus meningkat. "Semua itu menyumbang temperatur udara semakin panas," ujarnya.
Untuk itu, Antoyo menyarankan agar dijaga keseimbangan antara kawasan RTH dengan jumlah bangunan. Bila suatu kota semakin padat sedangkan kawasan RTH semakin menyempit, maka dikhawatirkan akan memicu semakin meningkatnya suhu udara. Ia berharap, RTH yang tersisa dipertahankan untuk menjaga perubahan iklim. EKO WIDIANTO






Web via