foto

TEMPO/Panca Syurkani



Bergaya Dengan Sepatu Kanvas  

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gue banget! Itulah slogan ampuh bergaya dengan sepatu pilihan nan personal. Tak cuma agar menarik. "Buat gue, sepatu bisa sebagai identitas diri yang meneriakkan kebebasan," cetus Kocin yang suka gonta-ganti sepatu kets alias sneaker.

Diakui mahasiswi kedokteran sebuah perguruan swasta di Jakarta Barat ini, ia lebih sreg bersepatu kets berbahan kanvas. "Rasanya lebih bebas merdeka, tampil gaya sesukanya kapan pun bisa," ujar Kocin senang.

Buat para orang muda, tuntutan penampilan berarti upaya menyeru kebebasan nan lepas, tanpa batas. Tidak heran beberapa gerai sepatu kets sering dijubeli kaum muda. Salah satunya SpotLight Shop di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta.

Gerai ini milik kakak beradik Icha dan Dina yang sehari-hari setia berkets ria berbahan kanvas. Icha yang kini kuliah tingkat akhir di Institut Teknologi Bandung dan Dina, mahasiswi desain komunikasi visual di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, menggabungkan kemampuan bisnis dan produksi.

Mereka melahirkan karya unik painted canvas shoes (sepatu berbahan kanvas) yang dilukis langsung perancangnya. Desainnya kaya warna serta modelnya atraktif dan eksklusif. "Awalnya hanya untuk kebutuhan sendiri. Tapi saat dipakai, beberapa teman suka dan banyak yang memesan. Selain lewat toko di rumah, kami memasarkan melalui jaringan bisnis on line," ungkap Icha yang menekuni usaha ini sejak Agustus lalu.

Bersama sang adik, dia makin mantap melangkah. Pasar utamanya kalangan muda dan merupakan faktor penting bidang fashion. Dengan model yang variatif, Icha optimistis membidik segmen muda. Menurut dia, mereka punya kecenderungan gonta-ganti sepatu setidaknya sebulan sekali demi meng-up date penampilan dan identitas diri.

Icha bersyukur peluang sepatu model begini hanya sedikit gerai atau toko yang menghadirkannya. Umumnya, model sepatu yang diproduksi secara massal seperti Converse, Arion, Vans, modelnya monoton atau itu-itu saja.

Kesannya kurang mencerminkan identitas semangat anak muda yang serba aktif, kreatif, imajinatif, dan dinamis. Tentunya ada juga desakan kebutuhan bersepatu yang mewakili pribadi. Istilahnya gue banget, dalam hal desain motif, warna, dan sebagainya. Proses pengerjaannya simpel. Sepatu kanvas polos dilukis dengan cat kanvas warna atraktif dan aneka motif. Catnya tidak akan menghilang meski dicuci beberapa kali.

Motifnya sangat beragam. Karakter kartun seperti Bart Simpson, Tom and Jerry, Bugs Bunny, Walt Disney, hingga Cinderella. Lalu para hero seperti Batman, Superman, dan Spiderman. Tak ketinggalan para ikon seperti Che Guevara, Hitler, dan Saddam Hussein. Juga motif bintang, love, kotak, bahkan batik atau ornamen berbagai daerah dan negara. Termasuk yang unik seperti motif police line, summer breeze, dan crowdy yang warnanya by order.

Koleksinya terbagi atas level satu, dua, dan edisi spesial. Pada level satu, hanya warna dan motif sederhana seperti polkadot, garis, dan kotak. Level dua tekniknya kombinasi yang agak rumit antara warna dan motif. Special edition lebih banyak motif dan warna.

Pada ketiga koleksi ini tersedia dua mode, yaitu flat dan vans. Mode flat solnya sangat tipis dan sederhana dengan nomor sepatu 31-40. Adapun vans bersol tebal dan modelnya terkesan macho yang biasa dikenakan pria yang bernomor 37-43. Harganya dari Rp 110 sampai Rp 130 ribu untuk level 1-2. Untuk edisi spesial, banderolnya rata-rata Rp 200 ribu.

Pengamat dan konsultan mode, Deli Makmur, menyebut generasi saat ini disebut generasi Y (why) dan platinum, yang tidak bisa terpuaskan pada hal-hal baru saja. Tuntutan selalu melahirkan ide-ide segar, baru, tidak biasa, unik, dan berbeda selalu mengarah pada penciptaan fashion style.

"
Karakter generasi masa kini ingin personal, perubahan, pengakuan, dan identitas kebebasan. Sepatu model begini seperti menjawab dan mewakili mereka yang gue banget," tegas Deli. Nah, saatnya menyeru kebebasan dengan gaya kanvas ini.

HADRIANI P