Perbankan Mulai Restrukturisasi Kredit Korporasi

TEMPO Interaktif, Jakarta :Khawatir kemungkinan meningkatnya angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) akibat masih buruknya kondisi perekonomian global, bank-bank nasional mulai merestrukturisasi kredit korporasi.

Direktur Korporasi PT Bank Mandiri Tbk Abdul Rachman mengatakan, pihaknya sangat selektif dalam menyalurkan kredit meskipun ada keyakinan bahwa bisnis masih akan terus tumbuh dan dana pihak ketiga maupun penyaluran kredit juga akan tumbuh.

Bank Mandiri saat ini akan melakukan restrukturisasi sederhana terhadap nasabah-nasabah korporasi yang mengalami kesulitan pengembalian utang.

Dia mencontohkan, restrukturisasi akan dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang sebelumnya mengandalkan ekspor ke Amerika serikat akibat order perusahaan itu menurun drastis karena Amerika sedang mengalami resesi sehingga kondisi keuangan perusahaan itu terganggu.

"Nah untuk perusahaan ini, pembayaran cicilan pokok mungkin kita geser, tapi bunga tetap bayar. sehingga cash flow mereka terbantu," kata Rachman saat ditemui di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (6/2) petang.

Dia melanjutkan, persentase kredit korporasi yang direstrukturisasi tidak besar yaitu tidak lebih dari 5 persen dibanding seluruh portofolio Bank Mandiri. Restrukturisasi itu, kata dia, akan dilakukan pada kuartal pertama 2009 setelah mengamati perkembangan nasabah-nasabah korporasi samapi akhir 2008 lalu.

Sektor industri yang paling banyak direstrukturisasi kreditnya adalah tekstil, kemudian disusul industri sepatu dan furniture.

Untuk sektor pertanian dan perkebunan, kata dia, tidak banyak masalah yang menghinggapi. Begitupun dengan sektor makanan dan minuman," meski krisis semua tetap butuh makan," ujarnya.

Restrukturisasi kredit korporasi juga mulai dilakukan PT Bank Mega Tbk. Menurut Direktur Bank Mega Kostaman Thayib, perseroan saat ini sudah merestrukturisasi dua kredit korporasi. "Tapi jumahnya tidak besar kok," tandas Kostaman.

Tahun ini, lanjut dia, Bank Mega akan fokus ke sektor umkm dan tetap akan memberikan kredit korporasi namun hanya ditujukan bagi perusahaan yang sudah dikenal baik oleh Bank Mega.

EKO NOPIANSYAH