Petani Gunakan Pupuk Melebihi Kuota
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah menilai kurangnya jumlah pupuk bersubsidi karena petani menggunakan pupuk melebihi kuota. Formula penggunaan pupuk adalah 250 ribu ton per hektare, ternyata petani menggunakan pupuk 500 ribu ton per hektare.
"Para petani tidak yakin menggunakan rumusan 250 ribu per hektare," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam rapat kerja dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/2). Menurutnya, ini berdasarkan temuan di lapangan khususnya oleh Departemen Pertanian.
Penyebab lainnya kekurangan pupuk bersubsidi, kata Fahmi, adalah adanya penyelewengan akibat disparitas harga pupuk subsidi. Pupuk subsidi sekitar Rp 1.200 per kilogram, sedangkan pupuk non subsidi Rp 7.500-8.000 per kilogram. "Sehingga banyak distributor pupuk mengalihkan ke pupuk nonsubsidi," jelasnya.
Nieke Indrietta





