Karen dan Semangat untuk Pertamina

Karen dan Semangat untuk Pertamina

Tempo/Panca Syurkani

TEMPO Interaktif, Jakarta Tiga jam lebih menunggu Galaila Karen Agustiawan mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden SBY di PT Pupuk Kujang, Kerawang, Selasa (10/2) sore kemarin. Memburu Direktur Utama PT Pertamina yang belakangan menjadi buah bibir bukanlah pekerjaan mudah. Sejak berita pelantikan dirinya pekan lalu berbagai media memburunya untuk mendapatkan waktu khusus wawancara dengannya.

Hidup tidak boleh pantang menyerah, harus selalu semangat menjemput setiap kesempatan, peluang dan tantangan yang datang.” Kalimat bernada menyemangati langsung menjadi penyejuk hati ketika TEMPO menemuinya untuk wawancara usai rapat tersebut. Dengan sikap hangat dan ramah ia mengajak naik ke mobil Alphard hitam yang ditumpanginya. Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, perempuan berkacamata ini menuturkan banyak hal.

“Hidup itu adalah inspirasi sebagai petunjuk Tuhan yang timbul dalam hati untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Itu kunci penting yang selalu diajarkan ayah saya,” dengan santai Karen menuturkan makna kalimat yang begitu mendalam dan penuh filosofi. Mengenakan setelan blazer- celana panjang pantalon warna hitam dan blus garis-garis putih dan hitam, penampilannya sangat enak dipandang mata.

Soal inspirasi, ayahnya yang meletakan kerangka berpikir penting ini sejak ia kecil. Akhir pekan lalu Karen menuturkan hatinya bahagia dan bangga bisa mengunjungi makam ayahnya, Prof. Dr. Soemiatno (Dirut Biofarma selama 22 tahun) di taman pemakaman umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan. “Saat ziarah hari Minggu kemarin, di atas nisan beliau saya berbisik lirih penyampaian inspirasi dan sikap sederhana yang selalu diajarkan ayah sangat bermakna penting dalam hidup saya. Beliau mengajarkan hidup you are you, bukan materialitas, selalu mengingatkan hal terpenting yang berujung pada soal tanggung jawab kita kepada Sang Pencipta,” paparanya

Di tol Cikampek KM 40, mobil Alphard yang kami tumpangi berhenti di sebuah tempat peristirahatan. Dia memilih D7uan, sebuah restoran bergaya retro minimalis untuk meneruskan obrolannya. “Saya suka sesuatu yang simple. Kata suami saya karakter yang muncul dalam diri saya sudah cukup kuat menyolok yakni tegas dan lugas. Makanya dia bilang untuk urusan penampilan saya tidak perlu lebay atau to much (berlebihan), cukup simple and chick,” ucapnya sambil tersenyum. Lalu ia memesan es cappuccino, chicken wing dan pisang goreng yang dinikmatinya dengan sikap tenang.

Sambil mengulum senyum iapun mejelaskan inspirasi terpenting yang akan dilakukan dalam mengemban tugas barunya yaitu short and hard skill. Baginya, Pertamina merupakan tantangan yang memicu dan menatang ide serta adrenalirnya untuk melakukan tugas terbaik. “Memang bukan tugas mudah, tapi saya ingin membawa Pertamina menjadi perusahaan besar dan berkelas dunia. Saya akan melakukan tugas the agen of change yang bersinergi pada banyak pihak. Tetapi sekali lagi saya tidak akan melayani segala dan aneka bentuk intervensi yang bisa merugikan negara dan perusahaan,” ungkapnya panjang lebar.

Menjalani tugas the agen of change dalam candaan orang-orang terdekatnya, Karen dijuluki sebagai The Princes Warior yang berjuang di hutan belantara. “Saya ketawa saja mendengar ledekan tersebut. Saya yakin kok system is follow me. Saya bilang ke mereka saya tidak mengikuti sistim, justru saya mengubah sistim sebagai Xena (ia mengistilahkan dirinya meminjam nama tokoh film Princes Warior) akan membangun hutan indah because women have touch and multitasking yakni naluri sentuhan kewanitaan yang mampu mengerjakan banyak hal.”

Karen menjelaskan bila Petronas perusahaan minyak Malaysia yang dulunya justru berguru dengan Pertamina bisa berkembang pesat, ia yakin tempat yang dipimpinnya sekarang akan menuai sukses serupa. “Memang bukan tugas mudah, Pertamina notabene sebagai perusahaan plat merah yang mengemban tugas negara melaksanakan dua tugas yaitu sisi korporat yang harus meraih untuk maka harus menggejot sisi hulunya. Lalu sisi hilir yang begitu banyak terbentang aspek sosial yang harus dihadapi, misalnya memastikan bagaimana agar pengadaan elpiji dan BBM. Namun saya percaya ke duanya harus memiliki asas keseimbangan.”

Penyuka musik klasik Bethoven ini mengatakan Pertamina haruslah mampu menerapkan good corporate governance yang bisa dan tidak meniadakan segala bentuk intervensi yang merugikan negara tanpa tolerir dan pandang bulu. “Banyak yang bilang menduduki kursi Pertamina panas. Tetapi insyaalllah dengan sikap be your self yang saya yakini melakukan tugas dan kerja terbaik, saya akan mampu mendinginkan kursi yang selalu dicap panas tadi,” tuturnya tergelak sambil menyeruput gelas cappuccinonya.

Diapun menceritakan sejak kecil sikap kemandirian, disiplin dan bekerja keras merupakan hasil didikan orang tuanya. Kendati ayahnya hidup berkecukupan diakui Karen tidak pernah mendapatkan sesuatu dengan mudah, selalu ada kerja keras. “Sikap ini juga yang akan saya bawa untuk mengubah Pertamina.” Kemudian diakuinya sejak kecil terbiasa hidup berpindah-pindah lantaran mengikuti tugas ayahnya. Ketika sekolah dasar ia pernah tinggal di Srilangka dan India. Menikmati hidup di negeri orang Karen selalu menyukai berkunjung ke tempat-tempat kebudayaan dan bersejarah. “Mungkin kepekaan empati saya terasah lantaran saya selalu menyukai kebudayaan dan kehidupan tradisional yang selalu saya cari setiap mengunjungi sebuah tempat atau negara manapun.”

Bungsu dari sembilan bersaudara ini mengatakan nama aslinya Galaila Karen punya makna seru. Konon nama awalnya diambil ketika ayahnya bertugas di Rusia sangat terpukau dengan penampilan seorang ballerina Rusia, sementara nama Karen dalam istilah Jawa adalah koretan atau yang terakhir. Lantaran kekaguman sang ayah pada dunia balet menumbuhkan sikap kecintaannya di bidang seni yaitu tari dan musik. “Sejak dulu saya suka menari, tapi sekarang saya memilih melakukan treatmill untuk menjaga kebugaran setiap jam empat pagi selama 30 sampai 45 menit. Orang lain bugar karena minum kopi, saya bugar dan bersemangat dengan treatmill.”

Ibu tiga anak ini selalu percaya kebugaran dan semangat menjadi kunci terpenting setiap melakukan tugas yang membuatnya teruji dan tahan banting dalam situasi dan kondisi apapun. Dia mengatakan keberadaannya di dunia maskulinitas seolah menjadi garis tangannya. Sejak kecil ia mengaku tomboy namun tetap memiliki sisi kewanitaan selalu memperhatikan hal-hal detail dan empati. Di bangku kuliah iapun berada dalam komunitas yang didominasi kaum pria. “Saya tadinya ingin jadi arsitek, tapi setelah berpikir ngapain kuliah di ITB belajarnya gambar terus?Lalu saya putuskan pilih Teknik Fisika yang terkesan macho dan sulit. Tak di duga nyemplung ke dunia pekerjaanpun di dunia pria. But its oke, yang penting saya mampu dan melakukan persaingan sehat.”

Berada pada posisinya sekarang diakui Karen membuatnya harus pintar mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga. Menurutnya ke dua hal ini penting. Dia setuju dalam karir perempuan boleh sukses dan berhasil, namun yang utama jangan mengabaikan peran dan kodratnya. Diakui menjalani dua hal ini bukan tugas mudah, tapi ia bersyukur punya tim keluarga yang solid yang selalu memahami dan mendukungnya. “Anak-anak saya mislanya sudah terlatih sikap mandiri. Yang paling besar bisa mengambil peran saya membantu adik-adiknya ketika saya tidak di rumah. Namun saat di rumah sayapun berperan sebagai istri dan ibu buat mereka. Saya bersih-bersih, memasak, menemani belajar, tidur dan bermain,” katanya memungkasi. HADRIANI P

Biodata

Nama: Galaila Karen Agustiawan

Tempat tanggal lahir: Bandung, 19 Oktober 1958

Status: Menikah dengan Herman Agustiawan dan punya tiga anak, Jemmy Moh Primaji, Dimas Moh Aulia, dan Dariel Moh Jastiawan

Pendidikan:

1975-1977, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) III, Bandung

1978-1983, Fakultas Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung

Karier:

Februari 2009-sekarang, Direktur Utama Pertamina

Maret 2008-2009, Direktur Hulu Pertamina

Desember 2006-2008, Staf Ahli Presiden Direktur Pertamina Persero

2002-2006, Commercial Manager for Consulting and Project Management, Halliburton, Indonesia

1998-2002, Landmark Concurrent Solusi Indonesia

1998, CGG Petrosystem di Indonesia

1992-1996, Mobil Oil Indonesia

1989-1992, Mobil Oil Dallas, USA

1984-1989, Mobil Oil Indonesia

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Saya salut yg memimpin pertamina adalah seorang ibu, dengan sentuhan ke ibuannya apa yg sulit jadi dimudahkan, apa yg ngak bisa akan jadi bisa Minang kabau pernah jaya dulunya dalam kepempinan seorang ibu yg di sebut Bundo Kanduang. Limpapapeh rumah nan Gadang. pusek jalo tumpuan ikan. Pai tampek batanyo, pulang bakeh babarito. Unduang-unduang dalam nagari. Kapayuang jalan kasarugo . Bak kayu ditangah padang, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, dahanyyo tampek bagantuang, daunnyo tampek balinduang, buahnyo untuak di makan, jadi makanan anak nagari. Kami di Minang menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita, dan menghormati wanita sebagai pemimpin. Negara yg di pimpin oleh wanita Inggeris dan Belanda aman dan sentosa Do\'a kami semoga Allah selalu melimpahkan berkah dan Rahmat Nya dan selalu dibimbingNya berjalan secara benar pada jalannya yang lurus. Semoga pertamina menjadi lebih baik lagi bisa menggapai \"zero lose\" bila mobil tangki mengantarkan BBM sampai di dombak SPBU, sehingga Pasti pas yg ada di spbu. Pas menerima BBM dan pas pula menjualnya dan pas pula senyumannya salam teriring do\'a K Suheimi
0
0
Selamat atas dipercayanya ibu sebagai Dirut Pertamina.. jangan Lupa membersihkan pertamina dari para penyamun agar pendapatan pertamina yg selama ini dicuri maling dipertamina dapat dimanfaatkan utk kesejahteraan bangsa
0
0
Ibu karen.... selamat untuk anda.
0
0
Hampir 40 thn kami merantau dan tinggal dinegeri Belanda.Kami sekeluarga dan bangsa asing lainnya merasa nyaman dg kesejahteraan, keadilan dan hak asasi manusia dirasakan langsung, tidak sebatas janji muluk dan retorika belaka.Semoga ibu karen diberi kekuatan lahir batin oleh Allah, menjadikan pertamina lebih baik dan bermanfaat utk mengangkat harkat bangsa dan neg. indonesia.
0
0
Karen yang keren...., selamat ya bu, atas terilihnya sebagai DIRUT PERTAMINA, semoga ALLAH SWT selalu melindungi ibu Karen sekeluarga, begitupun PERTAMINA dengan jajarannya, amien999xxxxx!!!
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X