Soal Iklan Golkar, Bupati Indramayu Diminta Dihukum

TEMPO Interaktif, Bandung:Sekitar 30 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung berunjuk rasa di depan Gedung Sate. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Pantura (Gempur) memprotes iklan Bupati Indramayu yang dianggap telah menodai agama. "Bupati Yance dan partai pendukungnya harus diberi sanksi hukum," ujar mahasiswa dalam tuntutannya, Jumat (13/2).

Aksi itu menanggapi iklan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin di media luar ruang dan koran. Kalimat dalam iklan tersebut di antaranya berbunyi, "Kami mengajak seluruh Rakyat Indramayu untuk terus mempercayakan, mendukung, dan memilih pemimpin Indramayu hanya pada Kader Terbaik Partai Golkar. Sebab kalau tidak, sesungguhnya kita akan termasuk golongan orang yang mengkhianati Allah, Rasul, dan kaum Muslimin…" Di bawah iklan, tertera tanda tangan Ketua Umum DPP Partai Golkar H.M. Yusuf Kalla disamping fotonya dan Yance yang saling merangkul pundak sambil tersenyum.

Mahasiswa juga menuntut agar iklan tersebut ditarik dan Bupati Indramayu dituntut meminta maaf kepada kaum muslimin. Selain itu, MUI juga diminta bertindak tegas dalam menyikapi politisasi agama. Aksi yang berlangsung satu jam itu tidak mendapat pengawalan ketat dari petugas polisi. 

ANWAR SISWADI