Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Bogor Tidak Akur

TEMPO Interaktif, Bogor: Hubungan kerja antara Bupati dan Wakil Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Karyawan Faturrachman kembali memanas. Kedua petinggi di Pemerintah Kabupaten Bogor itu sering berseberangan dalam mengeluarkan pernyataan terkait berbagai kebijakan publik yang akan diambil.

Kondisi tersebut dapat dilihat dari rencana Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menertibkan tempat lokalisasi prostitusi di sejumlah wilayah seperti Puncak, Parung dan Limusnunggul Cileungsi Bogor.

Rachmat Yasin yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu tetap ngotot agar lokalisasi prostitusi itu bongkar dan para pekerja seks-nya diusir atau dipulangkan ke tempat asal mereka.

"Setiap jengkal tanah di Bumi Tegar Beriman tak boleh ada lokalisasi dan haram hukumnya," ujar Bupati Rahmat Yasin, Selasa (17/2).

Di tempat terpisah, Karyawan Faturrachman yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor menolak langkah yang akan ditempuh Rahmat, diakui Faturachman, dirinya sangat tidak setuju dengan cara-cara penertiban para PSK seperti yang diinginkan Rachmat Yasin.

"Jangan lihat asapnya, tapi lihat kenapa asap itu timbul," ujar Wakil Bupati Kab. Bogor, Karyawan Faturrachman.  

DIKI SUDRAJAT