Infografis

Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Diproyeksikan 15,6 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta: Industri perbankan memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2009 sebesar 15,6 persen. Jumlah itu lebih rendah dari perumbuhan kredit tahun lalu yang mencapai sekitar 31 persen.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad mengatakan proyeksi itu didapatkan dari rencana bisnis bank yang disampaikan ke bank sentral. "Seluruh bank sudah mengajukan rencana kerja, proyeksi itu memang lebih rendah dibanding tahun lalu karena perkiraan pertumbuhan ekonomi juga rendah," kata Muliaman di gedung Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta, Senin (23/2).

Dia menjelaskan, tahun ini industri perbankan nasional akan tetap bergerak meskipun tidak seagresif tahun lalu. Menurut dia, pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yaitu rata-rata 20 persen. Proyeksi tersebut memberikan harapan bagi UMKM sebagai penyangga perekonomian.

Sebelumnya BI memprediksi pertumbuhan kredit 2009 akan mencapai 18 persen hingga 20 persen. Untuk mendorong pertumbuhan kredit, BI telah melonggarkan beberapa kebijakan seperti menurunkan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), kelonggaran bank untuk membuka cabang.

Tahun lalu, lanjut Muliaman, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 30 persen atau pertumbuhan paling tinggi sejak sepuluh tahun terakhir. Menurut dia, permasalahan yang dihadapi pada 2008 adalah berupaya mengerem sedikit pertumbuhan kredit. Pasalnya, bank perlu mengontrol penyaluran kredit untuk mengantisipasi gejolak perekonomian global.

"Kami mengingatkan bank lebih berhati-hati terutama mengontrol pemberian kredit," ujar Muliaman. Sementara untuk tahun ini, BI mendorong agar penyaluran kredit bisa tumbuh. Untuk itu diperlukan pertumbuhan ekonomi yang memadai agar kredit tetap mengucur.

EKO NOPIANSYAH