Topik
Presiden Resmikan Monumen Dwikora dan Trikora
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Penglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Djoko Santoso meresmikan Monumen Dwikora dan Trikora di Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/02). Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung merah putih pada nama monumen dan penekanan tombol.
Dalam amanatnya Presiden menyatakan monumen ini merupakan tanda peringatan dan penghargaan terhadap peristiwa heroik tersebut. "Juga sebagai penghargaan terhadap para pahlawan yang gugur dan perjuang dalam operasi Dwikora dan Trikora," kata SBY. Kenangan dan semangat operasi yang didukung penuh masyarakat Indonesia itu, lanjut SBY harus dijadikan pendorong untuk lebih maju bagi bangsa ini.
SBY juga menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya kedua monumen ini. "Saya sampaikan rasa terima kasih kepada panglima TNI yang telah meprakarsai pendirian monumen ini," ujarnya.
Panglima TNI dalam amanatnya menyatakan bahwa dua monumen ini melengkapi satu monumen sebelumnya, yaitu monumen Timor Timur. "Ini menjadi lambang perjuangan, kepahlawanan dan kecintaan para pejuang yang telah mengabdikan diri pada bangsa dan negara," ujarnya. "Kami harap pembangunan monumen ini akan memberikan makna sejarah terhadap apa yang telah terjadi".
Monumen Dwikora dibangun untuk mengenang perjuangan tentara dan rakyat dalam mempertahankan Indonesia dari pembentukan Federasi Malaysia oleh Inggris. Federasi yang berisi wilayah bekas jajahan Inggris ini terdiri dari Semenanjung Tanah Melayu, Singapura, dan Borneo Utara.
Sedangkan Monumen Trikora didirikan untuk mengenang perjuangan membebaskan Irian barat. Pada 19 Desember 1961 Presiden Soekarno memerintahkan Tri Komando Rakyat untuk mengembalikan Irian Barat ke NKRI.
TITIS SETIANINGTYAS