BRI Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Beli Panser

TEMPO Interaktif, Bandung: Direktur Bisnis Kelembagaan Bank BRI Asmawi Syam mengatakan siap mengucurkan kredit untuk pembiayaan proyek pembuatan panser PT Pindad. ”Proyek finasial ini besarnya Rp 200 miliar,” ujar Asmawi di sela-sela acara penyerahan kendaraan tempur Panser Anoa dari Pindad kepada Departemen Pertahanan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/2).

Biaya sebesar itu, kata Asmawi, digunakan untuk modal kerja operasional produksi PT Pindad yang tengah menggarap pesanan Departemen Pertahanan. Pesanan itu berupa 150 unit panser ditambah empat unit kendaraan intai. "Tahap pertama baru 20 unit yang diserahkan hari ini," ujar Asmawi.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Adik A Soedarsono, pembiayaan panser ini murni berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Sedangkan untuk modal kerja operasional produksi, selain didukung oleh Bank BRI, juga dipinjami oleh Bank Mandiri dan BNI. ”Jaminannya berupa kontrak antara PT Pindad dan Departemen Pertahanan,” katanya.

Total proyek ini sendiri, kata Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda Eris Herryanto, mencapai Rp 1,129 triliun. ”Sekarang baru dua puluh unit karena sesuai anggaran yang bisa disediakan oleh pemerintah,” kata Eris.

Sementara itu, Wakil Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Hari Krisnomo mengatakan, kualitas panser Pindad ini hampir sama dengan panser yang selama ini diimpor TNI. ”Memang ada hal-hal yang harus disempurnakan, tapi ketebalan baja sudah sama dengan panser luar negeri,” ucapnya.

RANA AKBARI FITRIAWAN