Perusahaan Semen Thailand Masih Minati Indonesia

TEMPO Interaktif, Bangkok :Perusahaan semen asal Thailand, Siam Cement Group (SCG), menyatakan masih berminat menginvestasikan dananya di Indonesia meski dunia tengah mengalami krisis keuangan.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden dan Chief Executive Siam Cement Group Kan Trakulhoon dalam pidatonya di Asean Business Advisory Council (ABAC) Forum, Bangkok, Thailand, seperti dilansir Bangkok Post, Sabtu (28/2) waktu setempat.

"Saya sendiri lebih memilih berinvestasi di Indonesia dan Manila daripada Cina atau India," kata dia.

Sebelumnya Kan mengatakan terdapat tiga kunci pertumbuhan ASEAN yakni persatuan, menciptakan identitas melalui negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), kerja sama perdagangan dan investasi yang lebih kuat antara negara ASEAN.

"Krisis ini terlalu besar dan sulit untuk diatasi sendiri. Jelas, krisis ini berdampak pada semua negara," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini ekonomi dunia bergerak ke Asia dan ASEAN akan menikmati keuntungannya jika selamat dari krisis. ASEAN, lanjutnya, perlu memfokuskan diri kepada kerja sama seperti pengurangan tarif, aliran perdagangan dan mempromosikan pasar tunggal untuk beragam sektor.

Aset Siam, 11 persen dari US$ 8,4 miliar, tersebar di kawasan regional, dan berencana menambah investasinya di Asean. Dalam situs perusahaan, Siam akan menambah investasi jangka panjangnya, salah satunya di Indonesia.

Tahun lalu Siam mencatat penurunan laba akibat perlambatan ekonomi dunia dan turunnya harga saham di triwulan keempat. Meski untuk tahun fiskal 2008 penjualan perusahan naik 10 persen dari tahun sebelumnya menjadi 292,23 miliar Bath, namun laba bersih perusahaan turun 45 persen menjadi 16,771 miliar Bath dari tahun lalu.

BANGKOK POST | RIEKA RAHADIANA