Dana Perbaikan Jalan di Semarang Tak Memadai

TEMPO Interaktif, Semarang:Dana untuk perbaikan jalan di Kota Semarang tidak memadai karena anggaran yang ada terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah jalan rusak yang harus diperbaiki. Data di Dinas Bina Marga Kota Semarang menunjukan, dari 700 kilometer jalan di Semarang sebanyak 200 kilometer di antaranya rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun rusak berat. Jalan yang rusak tersebut terdapat di 197 ruas jalan dari 468 ruas jalan yang ada. 

"Namun, dana untuk perbaikan jalan dalam APBD 2009 (anggaran pendapatan dan belanja daerah Semarang) lebih kecil dari kebutuhan semestinya," kata Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang Rosid Hudoyo saat dihubungi, Ahad (1/3). Rosid menjelaskan, kemampuan keuangan dalam APBD Semarang tahun 2009 hanya disetujui dana pemeliharaan jalan sebesar Rp 15,4 miliar. Sedangkan untuk pembangunan dan peninggian dianggarkan Rp 4 milyar. 

Padahal, kata Rosid, untuk pemeliharaan jalan rusak di Semarang membutuhkan dana sekitar Rp 30 miliar per tahun. Dana ini belum termasuk untuk pembangunan atau peninggian jalan yang rusak sedang dan parah.

Rosid menyatakan, akibat banjir yang menerjang Semarang pertengahan Pebruari lalu telah merusak beberapa ruas jalan. Selain itu, ada beberapa ruas jalan yang rusak akibat terkena rob setiap hari. Ruas jalan yang rusak parah terdapat di Mukti Harjo, Sayangan, Barito, kawasan Petek, Dorang, Layur, Untung Suropti, Gunung Kelir, Pawiyatan Luhur, Sigar Gencah, dan lain-lain. 

Karena dana yang ada belum cukup maka Dinas Bina Marga Semarang akan memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak parah. "Yang rusak sedang dan ringan kita biarkan dulu," katanya. Dinas akan menunggu dana melalui APBD perubahan di pertengahan tahun ini. 

Selain itu, Rosid menyatakan, saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang meminta bantuan kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat agar bisa memberikan bantuan dana untuk memperbaiki jalan rusak. 

ROFIUDDIN