Bekasi Kekurangan Obat Flu Burung

TEMPO Interaktif, Bekasi: Penanganan pasien flu burung di Bekasi, Jawa Barat, mengalami masalah karena obat Tamiflu dari Departemen Kesehatan belum juga ada. Obat yang kini dikonsumsi pasien terduga flu burung hanya berasal dari bantuan PT Sampoerna sebanyak 1.500 kapsul.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi drg Laniwati Setiadi mengatakan obat Tamiflu dari Departemen Kesehatan telah kedaluwarsa atau habis masa berlakunya per 29 Februari lalu. "Kami bahkan sudah membuat surat pemusnahan obat yang masa berlakunya telah habis itu," kata Laniwati, kepada Tempo, Jumat (6/3).

Tamifu kedaluwarsa itu merupakan pasokan 2005 lalu yang disebar ke 30 pusat kesehatan masyarakat dan Rumah Sakit di Kota Bekasi. Dinas Kesehatan, kata Laniwati, telah mengirim surat penarikan obat Tamiflu kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit, segera dikumpulkan.

Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Kota Bekasi Herlin Susilawati mengatakan pasokan obat untuk pasien terduga flu burung praktis mengandalkan bantuan Tamiflu dari PT Sampoerna, yang masa berlaku konsumsinya empat tahun ke depan.

Karena minimnya pasokan, distribusi Tamiflu dibatasi. Dinas Kesehatan langsung mendistribusikan, tidak dibagikan lewat pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit. "Kami hanya memberi kepada pasien suspect dan keluarganya," katanya.

Padahal, Herlin melanjutkan, potensi penyebaran virus H5N1 masih tinggi di seluruh wilayah di Kota Bekasi. Banyaknya unggas asal luar kota yang masuk Bekasi, merupakan faktor utama tingginya angka transmisi dari unggas ke manusia.

Hanya dalam rentang waktu dua bulan, telah ada tiga pasien terduga flu burung meninggal dunia dengan gejala demam, sakit tenggorokan, dan sesak nafas. Mereka adalah R, warga Karawang yang meninggal Rabu malam lalu sekitar pukul 21.01 WIB; N, 4 tahun, warga Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, meninggal 24 Februari lalu; dan J, 42 tahun, warga Perumahan Galaxi, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, meninggal awal Januari lalu.

Sementara pasien yang sedang rawat di Rumah Sakit Hermina adalah S, 29 tahun, warga Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan. 

HAMLUDDIN