Sritex Investasi Perluasan Pabrik Senilai Rp 500 Miliar

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah, akan memperluas pabrik dengan nilai investasi Rp 500 miliar. Perluasan pabrik tersebut akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada Sabtu (7/3) besok.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Anshari Bukhari mengatakan perluasan pabrik itu merupakan bagian dari program restrukturisasi mesin tekstil yang dicanangkan pemerintah. "Mereka (Sritex) mengambil program dua tahun restrukturisasi maksimal," kata Anshari di Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Meskipun saat ini banyak terjadi penurunan produksi industri tekstil, menurut Anshari, hal itu tidak menghentikan adanya investasi baru di industri tekstil. "Adanya penurunan tidak berarti dipukul rata semua turun," katanya.

Investasi baru Sritex meliputi satu unit spinning dengan kapasitas 200 ribu mata pintal dan satu unit mesin garmen dengan kapasitas 1,7 juta potong per bulan. Produk tekstil Sritex selama ini diekspor ke berbagai negara misalnya Arab Saudi, Amerika Serikat, Swedia, Filipina, Perancis, Korea, Malaysia, Jerman, Singapura, Itali, dan Jepang.

NIEKE INDRIETTA