Sesak Nafas Karena Perut Gendut  

TEMPO Interaktif, Jakarta!:Memiliki perut gendut, bisa mempengaruhi fungsi paru-paru, demikian hasil penelitian para ahli dari Perancis. Hasil penelitian ini akan memperpanjang daftar masalah kesehatan yang diakibatkan masalah berat badan. Obesitas di perut, selama ini sering dihubungkan dengan diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung atau penyakit-penyakit yang dikenal sebagai sindroma metabolik kolektif.


Para peneliti menunjukkan, besar ukuran pinggang sangat berpengaruh pada kinerja fungsi paru-paru, seperti halnya kegemukan dan rokok mempengaruhi pernafasan. Mereka menganalisa informasi kesehatan 120 ribu orang di Perancis, berdasarkan latar berlakang demografis, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan fungsi paru-paru, Indeks Massa Tubuh, ukuran pinggang dan pengukuran lain yang berhubungan dengan metabolisme tubuh.


“Kami menemukan hubungan independen antara menurunnya fungsi paru-paru dan sindroma metabolisme dengan obesitas di perut,” tulis Dr. Natalie Leone dari French National Institute for Health and Medical Research dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.


Para peneliti mendefinisikan obesitas perut dengan ukuran jika melebihi 88,9 sentimeter pada wanita dan 101,6 sentimeter pada pria. Sejumlah besar penelitian pernah menghubungkan rendahnya fungsi paru-paru dengan tingginya tingkat kematian dan perawatan di rumah sakit karena penyakit jantung, kata para peneliti. Meski belum terlalu jelas dari penelitian, para peneliti berpikir bahwa bentuk perut yang besar besar menghalangi fungsi diafragma dan otot dada. Jaringan lemak juga diketahui meningkatkan peradangan dalam tubuh yang memberi andil pada kinerja fungsi paru-paru.


(Reuters)