Topik
Organisasi Dukung Tindakan Tegas terhadap Angkutan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Organisasi Angkutan Daerah DKI Jakarta mendukung tindakan tegas polisi terhadap angkutan umum yang membandel. Sekretaris Jenderal Organda Jakarta TR Panjaitan malah meminta agar Operasi Patuh Jaya terus diselenggarakan secara berkesinambungan sampai angkutan umum tertib.
“Ini sejalan dengan program jangka pendek kami,” ujar Panjaitan saat dihubungi Tempo Selasa (10/3).
Menurut dia, kondisi lalu lintas yang semrawut saat ini disumbangkan juga oleh angkutan umum yang tidak tertib. “Seenaknya saja mereka menaikkan dan menurunkan penumpang di mana-mana,” katanya. Makanya, Organisasi Angkutan meminta agar polisi dan Dinas Perhubungan melakukan operasi penertiban.
Organisasi Angkutan juga telah melakukan sosialisasi dan peringatan kepada pengusaha angkutan umum agar tertib. Namun, ternyata masih banyak angkutan umum yang melanggar. Dalam dua hari, hampir 1.000 angkutan umum yang ditilang petugas.
Kebandelan pengemudi, menurut Panjaitan, disebabkan oleh tidak adanya tindakan tegas petugas selama ini. “Di depan oknum petugas pun bisa melanggar peraturan. Ini sudah rahasia umum,” ujarnya.
Namun, Organisasi Angkutan meminta polisi hanya menilang surat izin mengemudi pengemudi, bukan surat tanda nomor kendaraan. “Kecuali mobilnya tak layak jalan,” katanya. Menurut dia, yang salah adalah sopirnya jadi yang sepantasnya ditilang adalah surat izin mengemudi. “Kalau SIM tak ada, tahan kendaraannya, lalu minta sopir mendatangkan pengusaha,” katanya.
Panjaitan menilai dalam kasus ini yang salah adalah pengusaha, mengapa membiarkan sopir tanpa surat izin mengemudi bisa membawa mobilnya. “Ini untuk menimbulkan efek jera juga kepada pengusaha,” ujarnya.
Organisasi Angkutan juga setuju dengan tindakan yang lebih tegas lagi, misalnya pengandangan kendaraan dan penghapusan trayek. “Jika terus membandel, kami dukung,” katanya.
Namun, Organisasi Angkutan juga meminta dilakukan perbaikan halte. “Yang rusak diperbaiki dan tertibkan halte yang dipenuhi oleh pedagang,” katanya. Halte yang baik akan mendorong penumpang dan angkutan umum lebih tertib.
Organisasi Angkutan juga akan terus melakukan peningkatan pelayanan. Salah satunya dengan mengeluarkan aturan agar awak angkutan umum memakai seragam dan memiliki kartu identitas sopir ataupun kondektur. “Sekarang pengemudi bisa pakai kaos kutang dan celana pendek. Nggak enak dipandang,” ujarnya.
SOFIAN






Web via