foto

skynews

Mosha Gembira dengan Kaki Barunya

TEMPO Interaktif ,  Lampang: Mosha kini mempunyai harapan baru. Gajah yang berusia tujuh bulan ini harus kehilangan satu kakinya karena menginjak ranjau. Kematiannya yang tinggal sejengkal jaraknya, berhasil ditepiskan setelah gajah betina ini dibawa ke Rumah Sakit Gajah di Lampang, Thailand.

 

gajahRumah sakit itu akhirnya mengamputasi satu kaki depan sebelah kanan pada tahun 2007. Setelah mendapat perawatan yang intensif, Mosha berkembang dengan cepat akhirnya pekan ini dia diberi kaki buatan. Kini, dia bahagia tinggal di rumahnya di hutan tropis Thailand Utara --yang berdekatan dengan perbatasan Kamboja-- bagi gajah yang sudah yatim piatu ini.

Soraida Salwala, penjaganya mengatakan bahwa sebelum diukur kakinya, Mosha terlihat gelisah, tertekan, dan tidak mau bersosialisasi. “Tapi sekarang dia terlihat lebih percaya diri dan senang bermain dengan gajah lainnya.”

Setelah insiden yang dialami Mosha, dokter khawatir akan terjadi hal yang terburuk bagi gajah itu sampai kemudian beruntung diselamatkan Dr Therdchai Jivacate, yang segera mengamputasi kakinya. Organisasi ini telah mengamputasi lebih dari 16 ribu binatang. Namun belum pernah memberikan kaki palsu sampai kasus Mosha ini terjadi.

Salwala mengatakan Mosha sempat takut melihat kaki palsu itu pertama kali. “Namun para dokter segera memasangnya dan dia merasa dapat tambahan beban di kakinya dan terlihat tidak ingin melepaskannya (kaki palsu itu).”

Kaki palsu itu terbuat dari plastik, serbu kayu, dan logam, yang bisa menolong keseimbangan Mosha dan hanya kan dilepas saat dia tidur. “Mosha kini bisa menikmati hidupnya yang panjang dengan bahagia,” ujar Doraida.

Ribuan penduduk Thailand terluka bahkan tewas karena menginjak ranjau bekas perang dunia kedua, yang baru-baru ini disurvei mencapai 100 kasus baru setiap tahun. Saat ini, gajah-gajah menjadi simbol pelawanan melawan penggunaan ranjau.


SKYNEWS| NUR HARYANTO