Di Banyumas, Dana Pembelian Gabah Petani Belum Cair

TEMPO Interaktif, Purwokerto: Dana tersebut diharapkan segera cair, agar gabah petani bisa dibeli. "Sekarang sudah masuk masa panen, kalau tidak ditolong harga gabah akan terus turun,” kata Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandhani, Kamis (12/3).

Rencananya, pemerintah Banyumas akan mendapatkan Rp 2,5 miliar dana talangan dari pemerintah Jawa Tengah. Selain itu, ada juga dana pendamping dari APBD Banyumas sebesar Rp 400 juta.

Menurut Asis, Banyumas sudah menunjuk 25 badan hukum untuk mendapatkan dana tersebut. Uang itu, kata Asis, harus digunakan untuk membeli gabah petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 2.400 per kilogram. “Kami akan pantau terus, jika melanggar akan kena sanksi,” tegas Asis.

Meskipun cukup besar, lanjut dia, dana Rp 2,5 miliar tersebut hanya akan menyerap gabah petani sebesar 0,1 persen. “Pemerintah tidak mampu membeli semua gabah petani,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga gabah kering milik petani terus anjlok. Jika pada dua pekan lalu harganya masih Rp 2.600 per kilogram, saat ini harganya sudah menyentuh Rp 2.200 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Banyumas, Wisnu Hermawanto mengaku optimis pada panen kali ini produksi beras Banyumas akan tinggi. Wisnu menjelaskan tahun ini Banyumas mentargetkan produksi padi sebesar 338.162 ton. Padi tersebut dihasilkan dari luas lahan 32.789 hektare.

ARIS ANDRIANTO