Topik
Jawa Tengah Kucurkan Rp 50 Miliar untuk Jaga Harga Gabah
TEMPO Interaktif, Semarang: Provinsi Jawa Tengah mengucurkan dana Rp 50 miliar sebagai talangan untuk membeli gabah milik petani pada masa panen raya. Dana ini diharapkan bisa menjaga harga gabah tidak anjlok pada masa panen raya Maret-April ini.
Dana itu dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah 2009 yang selanjutnya disalurkan kepada beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menjadi sentra hasil padi.
Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BMKP) Jawa Tengah, Gayatri Indah Cahyani, mengatakan para bupati/walikota yang akan mengelola dana untuk membeli gabah milik para petani tersebut. "Modelnya membeli lalu menjual lagi," kata Gayatri kepada Tempo, Kamis (12/3).
Karena sifatnya sebagai dana talangan, pemerintah kabupaten/kota wajib mengembalikan dana milik provinsi Jawa Tengah tersebut.
Gayatri menyatakan, penyediaan dana talangan ini bertujuan untuk menjaga harga gabah milik petani agar tidak anjlok pada masa panen raya. Biasanya, kata dia, setiap panen raya datang harga menjadi anjlok karena terlalu banyak pasokan gabah tersedia.
Pada masa panen raya saat ini, harga gabah petani di Jawa Tengah sudah anjlok pada kisaran Rp 1.800 hingga Rp 2.200 per kilogram. Harga ini jauh dibawah harga pembelian pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2008. Dalam Inpres itu disebutkan bahwa gabah kering panen di tingkat petani seharga Rp 2.400 per kilogram dan gabah kering giling seharga Rp 3.000 per kilogram.
ROFIUDDIN





