Topik


Pengusaha Mebel Kecewa Pada Pemerintah

TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia meminta keterlibatan pemerintah dalam upaya peningkatan ekspor mebel. Ketua Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono mengaku kecewa akan minimnya dukungan pemerintah terhadap acara pameran furnitur di Jakarta International Expo Kemayoran.

Menurut Ambar, tidak ada satupun perwakilan dari pemerintah dan departemen terkait yang datang setelah acara pembukaan pada 11 Maret lalu. Pameran bertajuk International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) ini berlangsung sampai 15 Maret 2009.

Usai pembukaan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris, kata Ambar, semua pejabat seperti dari Departemen Perdagangan maupun Badan Pengembangan Eskpor Nasional menghilang. Padahal seharusnya mereka datang ke arena untuk melihat, menganalisa dan berdiskusi dengan para pengusaha untuk memberikan masukan dan solusi. "Ini sama sekali tidak ada," kata Ambar dalam siaran persnya, Jumat (13/3).

Pengusaha mebel, kata dia, membutuhkan langkah nyata secara finansial untuk mendukung kebangkitan industri kreatif. Langkah nyata itu bisa berupa kontribusi riil misalnya dana stimulan untuk promosi dan kegiatan pameran, dukungan penuh atas pameran, biaya promosi, dan memfasilitasi kedatangan pembeli dari luar negeri serta mengundang duta besar.

Padahal, kata Ambar melanjutkan, pameran ini berpotensi menciptakan berbagai efek lanjutan bagi sektor-sektor lainnya di daerah. Dalam perhitungannya, ketika pembeli datang ke pameran otomatis mereka memenuhi hotel dan restoran. Kemudian pembeli akan pergi ke daerah asal industri dan melakukan transaksi, sehingga roda perekonomian di daerah juga berjalan. "Hal seperti inilah yang harus dilihat dan dipahami oleh pemerintah,” jelas Ambar.

NIEKE INDRIETTA