Topik
Kabupaten Malang Kekurangan Penyuluh Pertanian
TEMPO Interaktif, Malang: Kabupaten Malang, Jawa Timur, kekurangan penyuluh pertanian, sehingga sulit mewujudkan swasembada pangan. Jumlah penyuluh pertanian dan perkebunan di Kabupaten Malang sebanyak 274 orang. Sehingga setiap penyuluh mendampingi 3 hingga 5 desa.
"Idealnya di Kabuaten Malang dibutuhkan sebanyak 390 penyuluh pertanian, sesuai dengan jumlah desa," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan Kabupaten Malang Helijanti Koentari, Senin (16/3).
Pertengahan 2009, jumlah penyuluh diperkirakan akan berkurang. Sebab sebagian telah memasuki masa pensiun serta 72 penyuluh berstatus tenaga lepas telah habis masa kontrak.
"Padahal saat itu memasuki masa tanam, petani sangat butuh pendampingan" katanya.
Untuk itu, kini Helijanti tengah mengupayakan agar para penyuluh mendapat kesempatan diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Keterbatasan anggaran APBD juga menghambat penambahan tenaga penyuluh pertanian.
Penyuluh lepas selama ini dibiayai APBN. Upah penyuluh lepas pendidikan sarjana sebesar Rp 1,4 juta, diploma Rp 1,2 juta, dan SMA Rp 1 juta. Serta dana operasional masing-masing Rp 250 ribu setiap bulan. Kenyataan ini dikhawatirkan akan menganggu produktifitas pertanian. Sebab, petani bergantung penyuluh pertanian untuk inovasi teknologi, hama dan penyakit.
Ia menyebutkan saat ini saja produktifitas gabah di Kabupaten Malang antara 5,9 hingga 6 ton per hektare. Padahal, berdasarkan uji coba pertanian intensif dengan bibit padi hibrida produktifitasnya mencapai 11 ton. Pada 2008 luas lahan sawah 42.227 hektare dengan tingkat produksi mencapai 387.608 ton.
EKO WIDIANTO
Web via