Infografis
Indonesia-Malaysia Dorong Sektor Swasta
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk lebih mendorong sektor swasta dalam meningkatkan hubungan perekonomian kedua negara. Presiden Yudhoyono menyebutkan sudah ada joint trade committee antara kedua negara untuk meningkatkan hubungan dagang.
"Joint trade committee sudah bekerja dan saya kira akan lebih efektif lagi menemukan kesempatan," kata Presiden usai pertemuan konsultasi tahunan dengan Perdana Menteri Malaysia Abdulah Ahmad Badawi di Istana Merdeka, Selasa (17/03).
Ujung tombaknya, kata Presiden, adalah sektor swasta dan pemerintah lokal dengan dukungan pemerintah pusat.
Presiden memberikan gambaran, pada 2007 volume perdagangan sebesar US$ 11,5 miliar dan meningkat menjadi US$ 14,6 miliar di tahun 2008. Meski tahun ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan tergerus krisis ekonomi global, tetapi kedua negara sepakat untuk terus meningkatkan hubungan perdagangan.
Pada pertemuan Asean Summit di Thailand beberapa waktu lalu dicetuskan forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT GT), Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipina East Asia Growth Area (BIMPI EAGS) serta Chiang Mai Initiative untuk mengatasi krisis ekonomi di kawasan regional Asean.
Kedua negara sepakat forum tersebut didorong untuk memberikan peranan yang lebih kepada pemerintah daerah dan swasta.
Perdana Menteri Malaysia Abdulah Ahmad Badawi mengatakan forum tersebut sangat baik mengembangkan perekonomian di kawasan regional. Ia menegaskan akan mendukung sepenuhnya ide tersebut terutama untuk mengurangi tekanan dan himpitan krisis ekonomi saat ini.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi. Badawi didampingi istrinya Jeanne Abdullah dan sejumlah menteri. Turut dalam rombongan Ketua Eminent Person Group Malaysia Tun Musa Hitam.
Total rombongan Malaysia yang datang bersama Badawi berjumlah 94 orang.
GUNANTO E.S.