Indonesia dan Jerman Jajaki Investasi Bisnis Pertanian

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Jerman menjajaki kerja sama sektor perkebunan dan pertanian dengan bekerja sama membuka <I>green job<I> atau pekerjaan di sektor pertanian dan perkebunan.

“Para pengguna jasa di Jerman senang mempekerjakan Tenaga Kerja Indonesia formal yang terlatih (skill), meski kondisi industri di negara itu relatif turun," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dalam siaran persnya, Selasa (17/3).

Menurut dia, meski Jerman terkena imbas resesi keuangan global namun ada kebutuhan yang relatif besar pada tanaman gandum dan kayu, sehingga membutuhkan tenaga kerja yang relatif besar. Untuk itu pemerintah kedua negara telah sepakat melakukan penjajakan program pemagangan tenaga kerja melalui asosiasi pengusaha di negara masing-masing.

“Dalam program pemagangan ini para pemagang akan diberi gaji dan akomodasi selama menjalankan proses magang kerja,” kata Erman, memaparkan hasil pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja dan Sosial Jerman, Olaf Scholz, Senin petang (16/3) waktu setempat.

Pertemuan bilateral ini dilakukan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi The Asia-Europe Meeting (ASEM) bertajuk "Corporate Social Responsilbility". Konferensi berlangsung mulai dari 16 hingga 22 Maret di Potsdam, Jerman.

Rencananya, asosiasi pengusaha kedua negara akan segera bertemu untuk membicarakan dan menentukan sektor-sektor yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan program pemagangan ini.

NIEKE INDRIETTA