Topik
Nokia Kurangi 1.700 Karyawannya
TEMPO Interaktif, Helsinki: Perusahaan telepon seluler terbesar dunia, Nokia, telah memangkas biaya produksi tahunannya pada Januari lalu sebesar 700 juta euro atau US$ 909,3 juta seiring menurunnya permintaan dunia.
Tak cukup hanya memangkas biaya produksi, Nokia juga menyebutkan pada Selasa (17/3) waktu setempat, bahwa perusahaan itu berencana mengurangi posisi pekerjaan di unit pemasaran, unit pengembangan, dan fungsi-fungsi pendukung lainnya.
Akibat efisiensi itu, sedikitnya 700 karyawan akan dikurangi di seluruh Finlandia, markas uatama perusahaan tersebut.
Pasar ponsel dunia diperkirakan hanya meningkat sekitar 10 persen saja tahun ini ketika para konsumen menahan pembelanjaan dan para penjual ponsel lebih memilih menghabiskan persediaan mereka yang menumpuk.
"Kuartal pertama akan melemah, lantas meningkat sedikit saja," kata Martti Larjo, analis dari perusahaan jasa keuangan, Nordea. "Penyalur komponen mengisyaratkan pertumbuhan yang tipis."
Nokia memperkirakan laporan pendapatan per saham pada Januari hingga Maret jatuh hingga 0,08 euro, tingkat terlemah sejak 2001, saat seluruh vendor hanya sanggup menjual 94 juta ponsel -- kurang sedikit dari penjualan Nokia pada kuartal pertama tahun ini.
Nokia juga menambahkan, mereka melanjutkan penghematan pada pos-pos biaya operasional dengan memantau seluruh kawasan dan aktivitas.
Bulan lalu Nokia menawarkan paket pensiun sukarela bagi seribu karyawan pertama dan memangkas produksi ponsel di pabrik utamanya di Salo, Finlandia.
AP | BOBBY CHANDRA