Topik
Kadin Desak Realisasi Terminal Kayu
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendesak realisasi pembangunan terminal kayu. Wakil Ketua Kadin bidang Industri Rahmat Gobel mengatakan pembangunan terminal kayu akan mendukung pertumbuhan industri kreatif seperti kerajinan dan mebel.
"Itu harus cepat realisasinya. Karena bisa memperkecil biaya produksi dan meningkatkan daya saing," kata Rahmat di sela-sela acara pameran produk kerajinan Indonesia di gedung Jakarta Convention Center, hari ini.
Keberadaan terminal kayu, menurut Rahmat, akan meminimalisir ongkos-ongkos dan pungutan liar pada saat distribusi bahan baku dari kayu dan rotan. Selain itu, sertifikasi kayu akan meningkatkan daya saing produk. "Ini akan memperkecil isu illegal logging," kata Rahmat.
Rahmat berpendapat, industri kreatif merupakan industri yang pertumbuhannya diprediksi tetap tinggi meskipun krisis ekonomi global. Alasannya, industri ini dilakukan oleh usaha skala kecil dan menengah dan tidak tergantung bahan baku impor. Sehingga harga produk bisa tetap murah.
Karena itu, lanjut Rahmat, industri ini mesti mendapat perhatian pemerintah. Bantuan bisa berupa asistensi di bidang manajemen.
Adapun terminal kayu akan dibangun di sejumlah wilayah penghasil kayu dan memasok kebutuhan daerah sekitarnya. Di antaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Papua. Terminal kayu yang pertama tengah dibangun di Kendal. Rencananya akan beroperasi kuartal keempat tahun ini.
Nieke Indrietta