Liga Super Ditunda, Persijap Lakukan Efisiensi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta:Ditundanya pertandingan Liga Super Indonesia di beberapa daerah membuat klub-klub melakukan efisiensi. Hal itu dilakukan karena klub, terutama yang menjadi tuan rumah, tidak mendapat pemasukan dana selama tidak bertanding di kandang mereka seperti jadwal semula.

Manajer Persijap Jepara Edi Sujatmiko mengatakan klubnya melakukan pembenahan terhadap manajemen keuangan mereka. “Ada penghematan pada fasilitas para pemain, seperti uang saku sehari-hari,” ujar Edi ketika dihubungi Tempo, Jumat (20/3). 

Menurut Edi, dalam satu kali penyelenggaraan pertandingan kandang, mereka bisa mendapatkan penghasilan bersih hingga Rp 200 juta. “Itu dari penjualan tiket, sponsor dan iklan di lapangan,” katanya. 

Sebelumnya, Badan Liga memutuskan menghentikan sementara kompetisi Liga Super di daerah yang tidak mendapatkan ijin pertandingan dari kepolisian terkait keamanan di masa kampanye dan pemilihan umum. Kompetisi di wilayah tersebut akan dihentikan pada periode 16 Maret hingga 5 April mendatang. 

Badan Liga juga akan membuat jadwal pertandingan baru ketika kompetisi dimulai 17 April mendatang. Jadwal pertandingan akan dipadatkan pada 17 April hingga 4 Mei dengan lokasi pertandingan yang disentralisasi.  

GABRIEL WAHYU TITIYOGA