Topik
Kelangkaan Pupuk Karena Petani Tak Masuk Kelompok Tani
TEMPO Interaktif, Semarang: Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah , Aris Budiono, menyatakan kelangkaan pupuk yang dialami para petani dalam musim tanam kedua tahun ini karena masih banyak petani yang belum masuk dalam Kelompok Tani.
Padahal, untuk mendapatkan alokasi pupuk harus terlebih dulu masuk ke Kelompok Tani yang selanjutnya dijadikan sebagai acuan rencana devinitif kebutuhan kelompok (RDKK).
"Kalau dalam RDKK tidak ada, maka otomatis tidak ada alokasi pupuknya," katanya, Selasa (24/3).
Pernyataan Aris ini menjawab masih adanya kelangkaan pupuk yang terjadi di sejumlah Kabupaten/kota di Jawa Tengah, seperti di Karanganyar dan Blora.
Aris mengaku tidak tahu berapa jumlah petani serta kelompok tani yang ada di Jawa Tengah. Saat ini, kata dia, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah masih melakukan sensus rumah tangga petani di Jawa Tengah.
Tidak masuknya para petani ke Kelompok Tani, jelas Arus, tidak murni kesalahan dari para petani. Namun, juga tidak lepas dari Kepala Desa yang kadang-kadang tidak responsif terhadap kebutuhan petani.
Sebelumnya, Aris mengaku, pihaknya sudah meminta agar semua petani mendaftarkan diri sebagai anggota kelompok tani.
Secara kebijakan dari pemerintah, seharusnya sudah tidak ada masalah lagi soal kebutuhan pupuk. Tahun ini, alokasi pupuk untuk Jawa Tengah sebanyak 950 ribu ton.
Selain itu, Aris menyatakan, distribusi pupuk tahun ini dengan cara tertutup lebih baik dari pada tahun lalu yang menggunakan distribusi terbuka. Jumlah pupuk yang disalurkan berdasarkan pada usulan kebutuhan di tingkat petani.
Namun Aris mengakui, hingga kini masih ada oknum distributor yang menyelewengkan pupuk bersubsidi untuk dijual dengan harga nonsubsidi. Aris meminta, bagi masyarakat yang mengetahui tindakan seperti itu maka segera dilaporkan ke polisi.
ROFIUDDIN





