Topik
Garansi Pemilu Aman, Tak Bisa Rangsang Investasi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan jaminan yang diberikan pemerintah tidak cukup mendorong kemampuan investasi dalam negeri. Resesi ekonomi yang terus berlanjut menjadi alasan utama keterbatasan investasi.
"Bagaimana bisa investasi di Indonesia kalau kantor pusatnya saja sudah kesulitan," kata Sofjan ketika dihubungi, Selasa (24/3). Ia menambahkan, sebagian besar investor dalam negeri memiliki induk usaha di luar negeri yang terkena dampak resesi ekonomi.
Kalau induk usaha melakukan pengetatan, ujarnya, tidak mungkin anak usaha malah berinvestasi. "Sekarang harus realistis, setelah ada pemulihan ekonomi baru bisa berkembang lagi," kata dia.
Sofjan mengatakan, saat ini yang paling dibutuhkan pengusaha adalah pasar untuk menyerap produksi mereka. Pemerintah juga diharapkan memberikan stimulus ekonomi yang tepat bagi pengusaha.
Dia menilai jaminan pemerintah bahwa pemilihan umum akan berlangsung kondusif tidak berpengaruh bagi investor. Iklim investasi memang akan terpuruk jika pemilihan umum tak sukses. Namun, katanya, "Kalau pun sukses tak terlalu berpengaruh."
Selasa (24/3) siang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan para pengusaha asing. Dalam pertemuan itu Yudhoyono meminta para pengusaha tak ragu-ragu untuk berinvetasi di Indonesia. Dia menjamin pemilihan umum akan berlangsung kondusif sehingga mendukung investasi.
DESY PAKPAHAN