Topik
Sriwijaya Air Pertahankan Kontrak Pesawat Tua
TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menyatakan akan menghabiskan kontrak sewa pesawat tuanya, sebelum mengganti dengan pesawat lebih muda. "Armada tidak bisa langsung diganti dalam sehari," ujar juru bicara Sriwijaya Hanna Simatupang, Kamis (26/3). Hana menanggapi saran Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal agar Sriwijaya segera mengganti pesawat tua.
Hana menjelaskan, Sriwijaya harus memenuhi kontrak yang telah dibuat. Selain itu, ia berpendapat tak mudah mencari pesawat yang layak terbang dan berusia muda.
Saat ini Sriwijaya mengoperasikan 22 unit Boeing 737-200. Hanya satu atau dua pesawat yang mereka miliki (Hanna lupa berapa banyak persisnya), sedangkan sisanya disewa dari berbagai perusahaan. Hanna mengklaim seluruh armadanya layak terbang dan berusia tak terlalu tua. "Usia tiap pesawat sekitar 13 - 19 tahun," tuturnya.
Dia mengatakan, Sriwijaya akan membeli tiga hingga empat pesawat hingga memenuhi peraturan yang mensyaratkan tiap maskapai memiliki lima unit pesawat. "Pesawat baru akan kami dapatkan paling lambat tahun depan, dan umurnya tak lebih dari sepuluh tahun," kata Hanna.
Pesawat baru tersebut awalnya akan disewa Sriwijaya, kemudian dicicil selama beberapa tahun sehingga menjadi milik sendiri. Hanna enggan menyebutkan berapa anggaran yang disiapkan. Ia hanya mengatakan dananya akan diambil dari kas internal, dan bukan berasal dari pinjaman.
Sebelumnya, pada 23 Maret lalu, pesawat Sriwijaya jurusan Tanjungpinang-Jakarta yang membawa 108 penumpang terpaksa mengalihkan pendaratannya ke Batam. Sebabnya, mesin sebelah kiri pesawat beregister PK-CJN itu mati beberapa menit setelah lepas landas.
BUNGA MANGGIASIH
Web via