Mandiri Salurkan Kredit Rp 63 Miliar untuk Petani Plasma
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan kredit ke 800 petani plasma di Kalimantan Barat sebesar Rp 63 miliar. Senior Vice President Small Business Bank Mandiri Rafjon Yahya mengatakan penyaluran kredit itu dilakukan melalui tiga koperasi plasma di Kalimantan Barat. "Kredit itu untuk pembiayaan perkebunan sawit plasma seluas 1.600 hektare," kata Rafyon dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3) malam.
Koperasi yang disertakan untuk penyaluran kredit itu diantaranya Koperasi Serba Usaha Bersama Rp 23,6 Miliar, Koperasi Bina Sari Rp 19,7 Miliar, dan Koperasi Serba Usaha Karya Bersama Rp 19,7 Miliar.
Tiga kebun yang dibiayai terletak di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten. Ketapang, Kalimantan Barat.
Jangka waktu kredit untuk masing-masing koperasi tersebut adalah 13 tahun sejak pencairan kredit pertama termasuk grace period atau masa tenggang selama lima tahun dimana kreditnya diperkirakan akan lunas pada 2022.
Menurut Rafyon, penyaluran kredit itu merupakan bagian program pemerintah dalam penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP).
Penyaluran kredit Program Revitalisasi Perkebunan ini akan diarahkan pada sentra-sentra perkebunan yang tersebar di Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi.
Bank Mandiri sudah menyetujui fasilitas kredit kepada petani plasma program KPEN-RP sebesar Rp 1,8 Triliun untuk membiayai 51.898 ha kebun kelapa sawit milik 26.454 petani plasma sampai 31 Desember 2008.
EKO NOPIANSYAH