Topik
Akses Jalan Tol Tanjung Priok Mulai Dibangun
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seksi pertama jalan tol Akses Tanjung Priok (E1) Rorotan - Cilincing sepanjang 3,4 kilometer mulai dibangun. Pembangunannya ditandai dengan pencanangan tiang pertama (Ground Breaking).
Sepanjang ruas ini akan dibangun jalan layang sepanjang 1,3 kilometer dan jalan tanah sepanjang 2,1 klometer. Setelah itu pembangunan akan dilanjutkan dengan ruas E2 Cilincing -Jampea (4,2 kilometer), WI Jampea-Kampung Bahari (2,8 kilometer) dan W2 Kampung Bahari-Harbour Toll Road (2,9 kilometer) dan NS Jampea-Kebon Bawang (1,7 kilometer).
Direktur Jenderal Bina Marga Hermanto Dardak mengatakan jalan tol akses Tanjung Priok akan dibangun untuk memenuhi lalu lintas ke pelabuhan. Sedangkan akses Tanjung Priok ini merupakan bagian jaringan Jabodetabek yang terkoneksi dengan Jakarta Outer Ring Road (JORR). "Selain itu akan terhubung dengan tol pelabuhan, tol dalam kota dan tol Cibitung yang merupakan bagian JORR II," ujar Hermanto, di Jakarta (30/3).
Untuk pendanaan keseluruhan akses Tol Tanjung Priok dibutuhkan biaya Rp 4,5 triliun. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan pinjaman luar negeri. Sedangkan kontrak pekerjaan E1 ditandatangani 1 Desember lalu dengan nilai Rp 722,7 miliar. Pelaksananya dilakukan oleh PT Hutama Karya bekerja sama dengan Sumitomo Mitsui Construction Co Ltd. "Akses ini merupakan jalan tol pertama yang dibangun pemerintah dan akan ditenderkan setelah pembangunan selesai," ujarnya.
Dengan pembangunan jalan ini, diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan mempercepat arus lalu lintas ke Pelabuhan Tanjung Priok sehingga memperlancar ekspor impor. Dia menjelaskan jalan tol ini akan dilengkapi dengan Inteligent Transportation System.
Dengan sistem tersebut maka setiap kendaraan yang melewati ruas tersebut akan diketahui kecepatan dan beban kendaraannya. Informasi kecepatan dan beban kendaraan tersebut kemudian akan disampaikan kepada masyarakat pengguna jalan melalui monitor informasi yang ada.
DIAN YULIASTUTI