Topik
Jawa Tengah Targetkan Investasi 2009 Rp 15 Triliun
TEMPO Interaktif, Semarang: Peredaran uang dari investasi beberapa proyek di Jawa Tengah pada 2009 ini ditargetkan mencapai Rp 15 miliar. "Ini potensi yang bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan dan mengurangi angka kemiskinan," kata Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo usai sidang paripurna di DPRD Jawa Tengah, Selasa (31/3).
Bibit mengatakan peredaran uang yang banyak itu diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah yang saat ini masih berkisar 19,3 persen. "Saya target dapat ditekan di bawah 15 persen," kata dia. Hal ini sesuai persentase angka kemiskinan secara nasional sebesar 15,5 persen.
Bibit mengaku saat ini pihaknya sedang melobi untuk menyepakati beberapa investor yang akan menanamkan modal di Jawa Tengah. Yang sudah di depan mata, kata dia, adalah pabrik pakan ternak di Blora dan Gorbagan, pabrik PT Semen Gresik di Pati, pembangunan jalan tol jalur Semarang-Solo, penyempurnaan Bandara Ahmad Yani Semarang, pendirian lapangan terbang Ngloram Blora, eksplorasi Blok Cepu, dan lain-lain.
Setelah 9 April mendatang, tambahnya, juga ada beberapa investor dari Jakarta dan luar negeri yang akan turun ke Jawa Tengah. Namun, rencana itu masih dalam tahap penjajakan. Bibit mencontohkan, dirinya juga akan mengembangkan eksplorasi pemanfaatan sumber daya alam di Grobogan dan Boyolali. Dia mengatakan ada investor asal Thailand yang akan mendirikan pabrik semen di dua wilayah tersebut.
Menurut Bibit, krisis global yang terjadi di Amerika dan Eropa tidak menjadi batu sandungan untuk menciptakan investasi yang baru. Dia juga berkomitmen tetap memperhatikan penciptaan lapangan kerja dengan fokus pada sektor pertanian. Hal ini karena Jawa Tengah merupakan provinsi pertanian dengan berbagai pilarnya, seperti pertanian padi, palawija, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan lain-lain.
ROFIUDDIN