Restrukturisasi Mesin Tekstil Ditargetkan Serap 22 Ribu Tenaga Kerja

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mentargetkan program restrukturisasi mesin tekstil tahun ini bisa menyerap 22 ribu tenaga kerja. Departemen Perindustrian menyediakan alokasi dana sebesar Rp 240 miliar untuk restrukturisasi mesin tekstil. Tujuam program ini, meningkatkan daya saing industri tekstil dan produk tekstil melalui peremajaan permesinan dengan mesin baru, sehingga produksi dan efisiensi bisa meningkat.

Direktur Jenderal Industri Logam Metal Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian, Anshari Bukhari, juga mentargetkan perusahaan yang terlibat dalam program ini bisa mencapai 180 sampai 200 perusahaan, dengan total investasi Rp 2,4 triliun. “Diharapkan tenaga kerja yang terserap kurang lebih 22 ribu orang,” kata Anshari dalam konferensi pers di Departemen Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/3).

Anshari berpendapat, krisis ekonomi merupakan saat yang tepat untuk melakukan investasi, agar ketika krisis berakhir, perusahaan siap untuk bersaing dalam produksi.

Target ini meningkat dibandingkan target tahun-tahun sebelumnya. Pada 2007, alokasi dana sebesar Rp 255 miliar, namun yang tersalurkan hanya Rp 153,31 miliar dengan jumlah perusahaan 92 unit. Sedangkan total nilai investasi Rp 1,55 triliun.

Kemudian pada 2008, alokasi dana restrukturisasi mesin tekstil sebesar Rp 330 miliar. Namun yang tersalurkan hanya Rp 181,7 miliar, dengan jumlah perusahaan 175 unit. Total investasi dari program itu sebesar Rp 1,7 triliun.

Anshari menjelaskan, pemerintah berani menetapkan target lebih tinggi karena kepercayaan perbankan terhadap industri tekstil mulai pulih. Alasannya, terjadi peningkatan kapasitas produksi 17 sampai 28 persen, peningkatan produktivitas 7 sampai 17 persen dan penambahan tenaga kerja sebesar 14.398 orang.


NIEKE INDRIETTA