Beras Ekspor Indonesia Sulit Saingi Vietnam dan India
TEMPO Interaktif, Jakarta: Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian, Kelautan, dan Kehutanan, Bayu Krishnamurti menyangsikan produk beras Indonesia dapat menyaingi pasar asing.
Pasalnya Indonesia selama ini lebih dikenal sebagai importir ketimbang eksportir beras. "Ini hanya kesempatan, bukan target utama," ujarnya usai rapat koordinasi di kantor Departemen Perdagangan, Rabu (1/4).
Kebutuhan beras dunia yang mencapai 30 juta ton per tahun saat ini sudah dikuasai Vietnam dan Thailand. Bayu mencontohkan Vietnam yang mampu mengekspor delapan juta ton beras per tahun, sementara India sempat mengekspor lima juta ton beras.
"Angka 100 ribu ton yang ditargetkan Indonesia sangat kecil dibandingkan yang lain," kata dia. Indonesia, lanjutnya, hanya bermain di pasar khusus dan menargetkan daerah yang didominasi tenaga kerja Indonesia seperti Hongkong, Malaysia, Timur Tengah, dan Jepang.
Menurut Bayu, langkah ekspor beras lebih bertujuan untuk menciptakan citra baik negara di mata dunia. Beras diekspor merupakan beras unggulan kelas satu yang dijual dalam kemasan dengan logo buatan Indonesia. "Ini untuk membangun percaya diri dan brand Indonesia," tambahnya.
VENNIE MELYANI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional
- Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut
- DPR Tunda Keputusan Soal Kurikulum 2013
- Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang
- Pemerintah Akan Kurangi Pekerja Anak
Berita Utama Bisnis
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu













