Topik
Muhaimin: Gus Dur Tokoh PKB, Yenny Bukan
TEMPO Interaktif, CIREBON:-- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengaku tetap menganggap KH Abdulrahman Wahid atau Gus Dur sebagai bagian dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia dinyatakan tidak pernah keluar dari PKB. "Gus Dur tak pernah keluar dari PKB. Yennylah yang keluar" kata Muhaimin di Cirebon, Rabu (1/4) petang.
Gus Dur tetap merupakan tokoh PKB. Mengenai pecahnya PKB, diakui Muhaimin merupakan pembelajaran demokrasi dari Gus Dur terhadap kader PKB. Karena itu, Muhaimin tetap yakin PKB bisa mendapatkan hingga 20 persen suara yang terbesar disumbangkan oleh Jatim, Jateng dan Yogyakarta.
Jika berhasil mendapatkan 20 persen suara dalam pemilu mendatang, maka PKB akan mengajukan calon presiden sendiri. "Tetapi jika hanya 15 persen, maka kami akan mengajukan diri sebagai wakil presiden. Semuanya tergantung dari hasil Pemilu mendatang," katanya. PKB pun menargetkan menempati minimal posisi 2 besar dalam Pemilu mendatang.
Sementara itu kampanye putaran terakhir PKB untuk wilayah Jawa Barat kemarin dipusatkan di Lapangan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Namun dalam kampanye tersebut sempat diwarnai aksi baku hantam 2 kali antar simpatisan saat dinyanyikan lagu dangdut. Baku hantam pertama terjadi akibat terjadinya senggolan antara simpatisan saat seorang caleg melakukan sawer uang sebesar Rp 5 ribu.
Baku hantam kedua terjadi saat lagu dangdut dinyanyikan pula dan mengakibatkan seorang simpatisan PKB, Arsika, warga Gintung Grenjeng Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon terluka dibagian kepala karena dipukul menggunakan batu. Setelah diperiksa, ternyata Arsika membawa pil lexotan.
Kampanye pun lebih banyak diwarnai aksi nyanyian dangdut. Sejak pukul 12.00 WIB, dari atas panggung sudah didendangkan lagu-lagu dangdut dari berbagai penyanyi hingga saat Muhaimin Iskandar datang. Tidak ada seorang pun calon legislatif (caleg) yang menyampaikan pandangan politiknya selama menunggu Muhaimin Iskandar.
IVANSYAH
