Baru Garuda yang Berstandar Internasional

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyarankan maskapai penerbangan nasional bergabung dengan asosiasi penerbangan internasional IATA (International Air Transport Association). Saran tersebut diutamakan untuk maskapai yang telah membuka jalur penerbangan internasional.

”Karena ini organisasi internasional yang memiliki audit keselamatan internasional. Ini baik untuk meningkatkan krediblitas maskapai itu sendiri,” kata Jusman, di kantor Departemen Perhubungan, Jakarta, Jumat (3/4).

Saat ini, ada delapan maskapai penerbangan nasional yang telah membuka rute internasional, antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Merpati, Batavia Air, Indonesia AirAsia, dan Riau Airlines. Namun, hanya maskapai Garuda Indonesia yang telah bergabung sebagai anggota IATA.

Apalagi, ia melanjutkan, IATA selalu melakukan audit keselamatan penerbangan dan mengumumkan hasilnya kepada publik. Seperti, baru-baru ini IATA mengumumkan telah meloloskan audit keselamatan seluruh 224 anggotanya di dunia, termasuk Garuda Indonesia.

"Sehingga, pengumuman audit dapat memberikan pencitraan yang baik dan mengangkat kredibilitas maskapai nasional yang bergabung dan lolos audit," ujarnya.

Meski begitu, Jusman masih pesimistis hasil audit keselamatan tersebut bisa mempengaruhi penilaian Uni Eropa agar segera mencabut larangan terbangnya. ”Kalau kita melihat UE, mereka punya standar sendiri. Bahkan terkadang kurang fair (adil),” ungkap dia.

WAHYUDIN FAHMI