Budi Anduk, 'Keder' Tentukan Caleg Pilihan
TEMPO/Yosep Arkian
TEMPO Interaktif, Jakarta :Meski hari pencontrengan untuk memilih calon legislator tinggal beberapa hari lagi, namun Budi Anduk mengaku belum punya pilihan siapa yang bakal dicontrengnya. Selain tak kenal dengan sosok yang diusung partai yang akan berlaga di pesta demokrasi itu, pria bernama asli Budi Prihatin itu, juga merasa tak mengerti dengan janji yang diumbar para calon.
“Wah, jujur saja ya, kalau calon legislator ini benar-benar keder saya. Belum punya jago, siapa nanti yang dipilih,” aku Budi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (04/04).
Kendati begitu, pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1968 ini tak akan menjadi golongan putih alias tak memilih.
“Serba salah juga ya. Kalau nggak milih nanti suara kita dimanfaatin orang nggak bertanggung jawab, katanya sih begitu. Tapi kalau milih, ya pilih siapa? Partai apa?, bingung saya. Tapi saya tetap datang,” tandasnya.
Lantaran itulah, sebut bintang Komedi Situasi “Tawa Sutra” itu, waktu yang tinggal beberapa hari ini akan dia gunakan untuk mencermati tokoh dan partai yang ada. “Pokoknya yang nggak muluk-muluk, terus track record-nya bersih baik orangnya maupun partainya. Kalau tidak masuk kategori itu ya no way,” tutur Budi terkekeh.
Tapi bagaimana dengan calon presiden, apa bingung juga? “Oh, nggak kalau presiden. Kan jagoan-jagoannya sudah pada kelihatan itu. Saya juga sudah ada pilihan,” jelasnya.
Siapa kira-kira yang mau dipilih? “Walah,,,rahasia dong. Ya kriterianya, yang bisa mengayomi dan bisa membawa negara kita tambah maju. Pastinya, yang nggak banyak janji,” sebutnya serius.
Jadi, nggak keder lagi? “Lho kan, kata iklan banyak pilihan semakin tambah bingung, betul nggak?,” kata Budi terbahak.
ARIF ARIANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional
- Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut
- DPR Tunda Keputusan Soal Kurikulum 2013
- Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang
- Pemerintah Akan Kurangi Pekerja Anak














