Bayi 10 Bulan Terinfeksi HIV/AIDS

TEMPO Interaktif, Jember: Seorang bayi berusia 10 bulan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terinfeksi HIV/AIDS.

Menurut koordinator konselor klinik Voluentary Counsulting and Test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati, bayi itu terinfeksi HIV/AIDS karena tertular virus dari ibu kandungnya sehingga sejak lahir sudah terinfeksi HIV/AIDS.

"Saat ini, status HIV/AIDS bayi itu masih stadium awal atau satu," katanya kepada Tempo, Sabtu (04/04) sore.

Justina menambahkan, data di klinik VCT RSUD dr Soebandi menyebutkan jumlah penderita HIV/AIDS sejak bulan Januari hingga akhir Maret tahun 2009 ini sudah mencapai 26 orang, satu di antaranya adalah seorang bayi.

"Si bayi dan ibunya sudah dinyatakan positif HIV/AIDS sehingga mereka harus rutin berkonsultasi dengan konselor disini," katanya menerangkan.

Dari 26 penderita HIV/AIDS yang ditangani klinik VCT, kata dia, sebagian besar adalah usia produktif yakni sekitar 25 hingga 40 tahun. Mereka terinfeksi HIV/AIDS karena menggunakan jarum suntik untuk pecandu narkoba, para pelanggan pekerja seks komersial (PSK) dan PSK yang sering berganti pasangan.

Selama tiga bulan terakhir (Januari-Maret) tahun 2009 ini sembilan penderita HIV/AIDS meninggal dunia. Secara rinci, selama bulan januari lalu, tercatat sebanyak dua penderita meninggal, bulan februari sebanyak 4 penderita yang meninggal, dan bulan maret sebanyak tiga yang meninggal dunia.

Selama bulan januari lalu, tercatat sebanyak tujuh penderita, bulan februari sebanyak 13 penderita, dan bulan maret sebanyak enam penderita. "Selama empat hari bulan april ini, ada dua penderita baru yang kita tangani,"tambah dr. Justina.

Klinik VCT RSUD dr. Soebandi Jember juga mencatat, selama dua tahun terakhir ini mencapai 176 dan beberapa penderita masuk stadium tiga atau lanjut. "Penderita yang memasuki stadium tiga dan tidak melakukan pengobatan secara rutin rawan terhadap kematian," kata dr Justina.

Penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Jember, Banyuwangi, BNondowoso, Situbondo dan Lumajang yang datang ke klinik itu, sebagian besar sudah memasuki stadium dua hingga tiga, sehingga mereka perlu penanganan yang sangat kompleks terkait dengan daya tahan tubuhnya yang semakin menurun.

"Virus sudah menyebar kemana-mana sehingga menyebabkan infeksi yang sangat akut dan mempengaruhi daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS," katanya.

Dalam stadium tiga, kata dia, penderita HIV/AIDS hanya bisa berbaring dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti manusia normal pada umumnya."Penderita hanya berbaring lemah dan sulit untuk melakukan aktivitas," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, hampir setiap bulan ada penderita HV/AIDS baru yang terdeteksi saat melakukan tes di VCT RSUD dr. Soebandi Jember.

"Rata-rata tiap bulan ada penambahan dua hingga tiga penderita HIV/AIDS di Jember," katanya menerangkan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang rawan tertular HIV/AIDS segera memeriksakan diri ke klinik VCT secara gratis dan kerahasiaan penderita akan dijamin."Apabila diketahui sejak dini maka proses pengobatan dan perawatan pasien HIV/AIDS lebih mudah," katanya.

MAHBUB DJUNAIDY