PHK Sudah Capai 40 Ribu di Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah untuk mewaspadai situasi perekonomian pada triwulan kedua 2009. Penyebabnya, paket stimulus yang tak kunjung turun.
Ketua Kadin M.S. Hidayat mengatakan aktivitas ekonomi pada triwulan pertama sebenarnya sudah lesu, namun para pengusaha cenderung menahan laju penurunan tersebut.
Namun, jika upaya ini tidak dibarengi dengan paket stimulus dari pemerintah, maka akan menjadi sia-sia. “Kami mendesak stimulus cepat turun, paling tidak bulan ini,” kata Hidayat di Jakarta, Senin (6/4).
Saat ini, catatan Badan Pusat Statistik sudah menunjukkan penurunan ekspor pada Januari dan Februari. Tambahan pula impor barang modal yang ikut turun. Menurunnya impor barang modal dan barang baku menunjukkan adanya penurunan utilisasi produksi industri.
Karena impor barang modal dan barang baku itu untuk produksi. “Saya ingin impor barang jadi yang turun, bukan barang modal dan barang baku. Saya harap aktivitas industri manufaktur kita meningkat,” tambah Hidayat.
Penurunan aktivitas industri ini bisa menyebabkan angka pemutusan hubungan kerja atas karyawan (PHK) ikut bertambah. Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kata dia, PHK sudah mencapai sekitar 40 ribu orang.
Industri yang relatif bertahan adalah industri makanan dan minuman, pertanian dan perkebunan. Sementara barang-barang konsumsi bisa bertahan dengan mengoreksi harga jual barang.
NIEKE INDRIETTA