Topik
Obligasi Samurai Berjangka Waktu 5-10 Tahun
TEMPO Interaktif, Jakarta: Samurai Bond akan diterbitkan dengan opsi berjangka waktu lima atau sepuluh tahun. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan mengatakan hingga saat ini kajian terhadap surat utang yang akan diterbitkan di pasar Jepang itu sedang dilakukan.
"Kami masih menghitung mana pilihan terbaik. Kajian harus dilakukan karena ini surat utang yang benar-benar baru berdenominasi yen," kata Menteri Keuangan dan Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani di kantornya, Selasa (7/4).
Dia enggan menjelaskan detail skema Samurai Bond, termasuk besaran dan waktu penerbitannya. Namun, sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto pernah mengungkapkan, Samurai Bond diindikasikan akan terbit Juni mendatang. Surat utang akan dibuat dalam beberapa seri dengan indikasi seri pertama US$ 500 juta.
Samurai Bond merupakan bagian dari paket bantuan pemerintah Jepang kepada Indonesia untuk menghadapi ketatnya likuiditas global. Surat utang ini didesain maksimal diterbitkan sebesar US$ 1,5 miliar dan akan dijamin sepenuhnya oleh Jepang lewat Japan Bank International Cooperation (JBIC).
Selasa (7/4) ini, pemerintah dan JBIC telah meneken perjanjian fasilitas pinjaman siaga sebagai dana yang disiapkan Jepang jika penerbitan Samurai Bond tak laku di pasar.
Sri Mulyani mengatakan, Samurai Bond disiapkan untuk mendukung pendanaan anggaran 2009-2010. Soal berapa yang akan diterbitkan, pemerintah harus mengkaji realisasi penerimaan negara. Pasalnya proyeksi defisit yang saat ini mencapai 2,5 persen dihitung dari penerimaan dan belanja negara. "Setidaknya akan kami lihat dahulu penerimaan sampai Maret ini," katanya.
AGOENG WIJAYA