Topik
Plastik Jemuran dan Kardus Bekas Pun Jadi Bilik Suara
TEMPO Interaktif, SUBANG: - Para petugas Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara Di Kabupaten Purwakarta dan Subang, Jawa Barat, terpaksa memanfaatkan plastik alas jemuran padi dan kardus bekas untuk membuat bilik-bilik suara yang akan dipakai untuk ruang pencontrengan pada pemilu legislatif, Kamis (9/4).
Upaya tersebut dilakukan sebagai solusi tidak tersedianya bilik suara dari KPUD Jawa Barat yang mengalami gagal lelang. "Ya mau apa lagi, yang penting pencontrengan bisa dijaga kerahasiannya," kata Dana Tajudin, Ketua KPPS TPS VI Desa Cihambulu, Kabupaten Subang, saat ditemui Tempo, Selasa (7/4).
Di TPS X Kertabumi, Keluruahan Nagri Kidul, Kabupaten Purwakarta, pembuatan bilik suara terpaksa menggunakan kardus bekas. "Biar agak lapang ruangannya kami pakai kardus bekas bungkus televisi," kata Sri, anggota KPPS TPS X.
Sri dan kawan-kawannya juga telah sepakat akan menggunakan batang bambu bekas baliho untuk pembuatan tiang-tiang penyangga atap TPS yang akan ditutupi terpal. Sedangkan bagian pembatasnya akan memanfaatkan kain bekas spanduk. "Ya beginilah jadinya kalau biayanya terbatas," kata Sri.
Sedangkan Dana dan kawan-kawannya tidak terlalu direpotkan oleh persiapan tempat pembuatan TPS, karena bisa meminjam balandongan (ruangan terbuka pakai atap) milik warga. "Jadi nggak pusing-pusing amat," kata Dana.
Dana mengaku dibekali dana penyelanggaraan pemilu dari KPUD Subang sebesar Rp.425 ribu, sedangkan Sri diberi jatah oleh KPUD Purwakarta sebesar Rp.300 ribu. Keduanya mengaku kedodoran buat mengalokasi dana yang jumlahnya sangat minim itu untuk menyelanggarakan sebuah even pesta demokrasi yang akan menentukan para wakil rakyat itu.
NANANG SUTISNA

Web via