Topik
Infografis
Rutin Terkena Banjir Warga Petogogan Kecewa Pemerintah Tutup Mata
TEMPO Interaktif, Jakarta: Banjir kembali melanda warga Petogogan pada Rabu (8/4).
Hingga siang air masih menggenani seluas 12 RT di RW 01 Kelurahan Petogogan.
Air mulai naik sekitar pada Rabu (8/4) sekitar pukul 04.00 WIB.
Banjir kali ini menambah derita warga Petogogan. Pasalnya, pada Senin lalu warga juga dilanda banjir yang tingginya mencapai dada orang dewasa.
"Adanya banjir ini membuat mobilitas warga terganggu," kata Abdullah, 50 tahun, pada Tempo, Rabu (8/4), di lokasi banjir.
Berdasarkan pantauan Tempo, warga yang ingin keluar harus menggunakan perahu karet atau perahu buatan.
Perahu itu mengangkut warga, sepeda motor, maupun barang-barang bawaan lainnya. Sekali naik, mereka mengeluarkan uang Rp 10 ribu.
Warga, kata Abdullah, sebenarnya sudah bosan dengan banjir yang senantiasa melanda ini. Karenanya, dia sangat menyayangkan pihak pemerintah setempat yang seolah menutup mata dengan banjir rutin ini.
"Banjir selalu ada kalau Kali Krukut meluap. Nah, kali itu mengalami pendangkalan tanpa pernah ada pengerukan," kata dia.
Kondisi ini diperparah dengan sistem drainase yang tidak berfungsi baik. Diperkirakan, genangan air pada banjir kali ini bakal lama surut.
Pasalnya, selain kondisi Kali Krukut yang masih meluap, genangan air juga terjebak tanpa bisa mengalir kemana-mana.
Lokasi banjir bisa dikatakan merata di komplek perumahan Pulo Raya di Petogogan ini. Banjir menggenangi Jalan Pulo Raya, Jalan Pulo I hingga Pulo VIII.
Lokasi terparah dialami Pulo Raya,Pulo II, III, dan IV. "Air di sini hingga sepinggang lebih," kata Abdullah. Sementara di lokasi sisanya, air kini menggenangi setinggi dengkul orang dewasa.
AMIRULLAH
Web via