Topik
40 Persen Pemilih di Tangerang Diperkirakan Tak Memilih
TEMPO Interaktif, Tangerang: Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang memperkirakan sebanyak 40 persen masyarakat Kota Tangerang tidak menyampaikan hak pilihnya atau golongan putih (golput) pada Pemilihan Umum Legislatif, Kamis (9/4).
Prosentase itu didapat Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang dari hasil monitor di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang ada. Di Kota Tangerang terdapat 34.397 TPS yang tersebar di 104 kelurahan di 13 kecamatan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Imron Khamami kepada wartawan, Jumat (10/4), menyatakan masyarakat Kota Tangerang yang tidak mencontreng pada pemilu kali ini berkisar 300 ribu sampai 400 ribu pemilih dari total pemilih yang tercantum di daftar pemilih tetap sebanyak 1.042.091 atau 30-40 persen. Imron menilai golongan putih itu terjadi karena warga memilih berlibur panjang bersama keluarganya ketimbang datang ke tempat pemungutan suara.
"Mungkin mereka berpikir dengan pemilu tidak akan banyak mengubah nasib. Selain itu, golput adalah non teknis,”kata Imron.
Hanya, Imron belum bisa memastikan jumlah pasti angka golput pada Pemilihan Umum Legislatif 2009. Mengingat penghitungan resmi hasil Pemilihan Umum Legislatif versi Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang baru akan diketahui pada 19-20 April mendatang. Terkait warga yang tidak masuk DPT, Imron menjelaskan jumlahnya tidak besar hanya berkisar 1 sampai 2 persen atau 10 sampai 20 ribu orang.
Tempo memperoleh informasi dari Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang bahwa 523 warga yang tinggal di Kampung Rawacana, RW 3 Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, tidak masuk DPT. Begitu juga dengan 200 warga RT 03/04, Kelurahan Tanah Tinggi, yang juga tidak terdaftar di DPT hingga tidak bisa menunaikan hak konstitusinya mencontreng guna memilih wakilnya di parlemen.
AYU CIPTA






