foto

Denis Farrell/AP

Oprah Winfrey Sedih Sekolahnya Dilanda Gosip Lesbian

TEMPO Interaktif, Johannesburg: Berbicara dalam sebuh wawancara khusus di koran Weekend Argus, Sabtu (11/4), Oprah Winfrey mengaku bahwa ia sangat tersinggung dan merasa terhina, dengan munculnya isu adanya praktek penyelewengan seksual lesbian yang menimpa murid-murid di sekolah elitnya di Johannesburg, Afrika Selatan.

“Kami memang telah melakukan beberapa kesalahan. Beberapa dari mereka (para pengajar) telah berlaku sangat berlebihan dalam menjaga murid-muridnya sehingga menyebabkan beberapa murid merasa terisolasi dari masyarakat umum,” ujar Oprah.

Oprah mengakui bahwa ia bersama timnya kurang mempertimbangkan tentang kemungkinan-kemungkinan para murid sekolah elitnya mengalami ''homesick'' selama tinggal di asrama sekolah.

Oprah Winfrey sejak Januari 2007 telah membuka sebuah sekolah elit khusus bagi kalangan perempuan tidak mampu di Johannesburg, Afrika Selatan. Sekolah yang menjadi bagian dari program sosialnya itu bernama, Leadership Academy for Girls, ditujukan untuk menyiapkan dan mengangkat kepemimpinan kaum wanita Afrika dalam mengisi fungsi-fungsi sosial modern masyarakat Afrika.

Oprah menyumbangkan dana pribadinya 40 juta dolar AS untuk membangun cita-cita mulianya ini. Sekolah elit itu menerapkan disiplin tinggi terhadap murid-muridnya, dan memberikan asrama kepada semua murid. Berisi 150 murid perempuan kelas 7 dan 8 sekolah itu dilengkapi dengan fasilitas canggih berupa laboratorium komputer, perpustakaan, panggung kesenian dan pusat kebugaran. Setiap murid diasramakan dan menempati kamar berdua.

Sebuah isu tak sedap muncul sejak beberap bulan lalu, tentang adanya praktek lesbian yang menghinggapi para murid-muridnya. Diduga akibat peraturan asrama mereka yang ketat, yang mengisolasi para remaja ini, sehingga menjadi salah satu pendorong mereka terhinggapi perilaku penyimpangan seksual.

Bulan lalu, menjadi berita besar di media Johannesburg, ketika sekolah elit ini terpaksa memecat 4 orang murid dan menskor 3 murid lain akibat dugaan telah melakukan praktek menyimpangan seksual lesbian.

“Ketika pertama kali saya buka sekolah ini, saya telah berbicara dengan setiap murid. Bahwa sekolah ini tidak hanya ingin mencetak orang yang pandai, tetapi juga orang yang baik hati, ramah dan bisa hidup selaras dengan orang lain,” ujar Oprah.

Meskipun sedih atas berbagai isu yang menghinggapi sekolahnya, tetapi Oprah Winfrey mengaku tetap bangga dengan sekolah yang ia kelola. Ia akan tetap meneruskan proyek sosialnya ini, dengan melakukan beberap evaluasi dan akan membicarakan kembali beberapa peraturan sekolah yang dipandang terlalu mengikat dengan tim pengelolanya.

“Adalah senang, melihat masing-masing murid berubah dari waktu ke waktu dan menjadi lebih baik,” ujar Oprah.

Presenter kondang ini dikenal sangat sensitif jika mendengar berita tentang adanya kasus-kasus pelecehan seksual. Oprah mempunyai trauma tersendiri, ketika pada usia 9 tahun ia mengaku pernah diperkosa sepupu dan teman keluarganya.

AP l WAHYUW