Indonesia Layak Jadi Tujuan Investasi

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penobatan PT ING Securities bahwa Indonesia merupakan pasar teroptimis urutan ketiga setelah India dan Cina dianggap pantas. Untuk mempertahankan kondisi ini, para politisi dan pemerintah selanjutnya harus menjaga stabilitas politik.

Chief Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk Toni Prasetiantono mengatakan kondisi Indonesia saat ini jauh menguntungkan ketimbang Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Sebab, meski mengalami penurunan ekspor, Indonesia masih bisa menggantungkan diri pada pasar domestik yang potensial.

"Menurut saya, dianggap tujuan paling menarik karena diturunkan dari pertumbuhan ekonomi," kata dia kepada Tempo, Kamis (16/4).

Pada triwulan satu 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi lebih dari empat persen. Toni memperkirakan pertumbuhan akhir tahun berada dalam kisaran 3,5-4 persen. "Sejelek-jeleknya, masih positif," ucap Toni. Positifnya pertumbuhan ekonomi, dia melanjutkan, juga karena sebagian besar ekspor Indonesia berupa barang-barang primer seperti komoditas perkebunan.

Kendati belum melihat adanya gejolak politik, Toni berpendapat iklim Indonesia yang kondusif dapat terganggu jika politisi tak membantu menjaga stabilitas politik usai pemilihan presiden. Dia menambahkan terjaganya kondisi politik pascapemilihan legislatif terbukti mampu mengundang uang masuk ke dalam negeri.

RIEKA RAHADIANA