Infografis
Warga Pulau Pagai Tidur di Halaman Rumah
TEMPO Interaktif, Pagai: Setelah dua malam berturut-urut diguncang lima kali gempa yang cukup kuat, warga Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai, memilih tidur di halaman rumah. Mereka takut bangunan roboh.
Dalam dua hari ini, gempa mengguncang Mentawai, Jumat (17/4) pukul 02.55 WIB, 5,1 SR, Pukul 03.42 WIB, 5,3 SR, Pukul 03.51 WIB, 5,3 SR. Sedangkan malam sebelumnya terjadi dua kali gempa ynag cukup kuat, 6,0 SR pada pukul 00.47 WIB dan 6,4 SR, pukul 03.01 WIB. Kelima gempa bersumber di barat daya Pagai Selatan.
Jan Winen Sipayung, anggota Dewan Perwakiln Rakyat Daerah Mentawai yang tinggal di Dusun Sibai-bai, Desa Sikakap, Pagai Utara, mengatakan meskipun aktifitas normal, tetapi pada malam hari, warga memilih tidur di halaman rumah.
“Saya sekeluarga dua malam ini sudah menggelar tikar tidur di halaman. Saya khawatir karena rumah merupakan bangunan permanen. Apalagi tadi malam terjadi tiga kali gempa yang cukup kuat" kata Yan Winen Winen, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, pada siang hari, aktifitas warga normal. Warga cenderung meningkatkan kewaspadaannya pada malam hari. Karena gempanya selalu terjadi pada dini hari.
Yang agak trauma menurut Yan Winen Sipayung adalah anak-anak sekolah. Mereka memilih tidak bersekolah karena takut bangunan sekolahnya roboh.
Meskipun gempa cukup kuat, rumah Winen selamat dan belum ditemui adanya keretakan. Begitu juga dengan rumah tetangganya. "Sebagian besar tetangga memang tidur di jalan juga, ada yang di teras rumah, namun dari pantauan <i>Tempo</i>, belum ada yang terlihat rumahnya rusak," kata Winen.
Febrianti