Topik


Banjir Landa Samarinda dan Kutai

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hujan yang mengguyur Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara, sepanjang Jum'at (17/4) dinihari, menyebabkan banjir di kedua daerah di Provinsi Kalimantan Timur.

Terparah terjadi di Kota Samarinda, ibukota provinsi, banjir yang merendam sejumlah ruas jalan protokol memacetkan arus lalu lintas. Titik-titik banjir terjadi di simpang empat Jl Wahid Hasyim, Jl Lambung Mangkurat. Kecamatan Samarinda Utara. Simpang empat Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Ketinggian air yang mencapai 1 meter itu mengakibatkan macet terjadi hampir diseluruh ruas jalan Samarinda kota. "Dua jam saya nterjebak macet karena banjir di simpang air putih," kata Robi, warga Samarinda, Jum'at (17/4).

Selain menggenai jalanan umum, banjir juga menggenangi sejumlah pemukiman warga. Tapi hingga Jum'at siang tak ada laporan adanya korban jiwa. Lebatnya hujan yang terjadi di Samarinda juga membuat Sungai Karangmumus permukaan sungai naik. Sejauh ini luapan sungai masih belum menggenangi pemukiman warga.

"Biasanya itu sehari setelah hujan karena air kiriman dari waduk Benanga," kata Nanang, warga Kecamatan Samarinda Utara. Sementara itu di Desa Purwajaya, Kabupaten Kutai Kartanegara juga mengalami hal serupa. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa atau sekitar 60 Cm.

Banjir merendam ratusan rumah warga di desa ini. Selain itu jalan utama penghubung antara RT pun tergenang dan menghentikan aktifitas warga.

Iswariyanto, Ketua RT 11 Desa Purwajaya mengungkapkan sedikitnya 68 kepala keluarga diwilayahnya menderita akibat banjir ini. Warga yang rata-rata berprofesi sebagai petani ini akhirnya tak bisa beraktifitas. "Hampir semua warga saya rumahnya keasukan air," ujarnya. Dikatakan dia, selain dia, terdapat RT 10, 12 dan 19 yang mengalami hal serupa. Ini dikarenakan jalan utama penghubung antar RT terendam. "Selama April ini, sudah keempat kali," ujarnya.

Dari keterangan warga, banjir terjadi sekitar pukul 03.30 Wita setelah hujan lebat pada Jum'at pukul 01.00 Wita. Mereka menduga adanya bendungan air milik perusahaan yang jebol. Bendungan katanya berada tepat di atas pemukiman warga yang saat ini kebanjiran.

FIRMAN HIDAYAT