Direksi Bank IFI Tak Pernah Jelaskan Kondisi Perusahaan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Akmal Yahya tak mengira PT Bank IFI tempatnya mengabdi selama 14 tahun akan ditutup pemerintah lebih cepat. Kepala Divisi Pengembangan Sistem dan Bisnis PT Bank IFI itu memang telah mengendus ada yang tak beres di tempatnya bekerja. Hanya saja, pemilik dan direksi Bank IFI tak pernah terbuka menjelaskan kondisi perusahaan.
"Saya pikir tidak akan secepat ini. Saya pikir masih bisa menghabiskan pensiun tiga tahun lagi," kata Akmal kepada Tempo sambil mengisap seatang rokok. Ia mengaku langsung mengabari sang isteri begitu mengetahui kantornya telah disegel oleh Bank Indonesia sejak pagi tadi. "Dia menangis, tanya bagaimana kelanjutannya."
Akmal berharap Lembaga Penjamin Simpanan segera menjelaskan bagaimana nasib gaji dan pesangon bagi karyawan yang langsung diputus hubungan pekerjaannya. Sebab likuidasi bank ini dilakukan sepekan menjelang masa penggajian. "Sedangkan sekarang kami tidak bisa menarik uang dalam ATM," ucapnya.
Suwito, petugas keamanan Bank IFI, tak kalah gelisah. Meski tak banyak bicara, dari nada kalimatnya dalam perbincangan dengan Yahya tampak jelas kegundahan nasibnya. "Empat belas tahun bekerja. Bagaimana ini Pak?" katanya.
Sedangkan Mulyani, staf di Divisi Manajemen Resiko PT Bank IFI, memilih untuk berbesar hati. "Mungkin ini jalan terbaik," cetusnya.
AGOENG WIJAYA